Mendag Tantang E-Commerce Jual Produk Lokal Sehari Penuh

CNN Indonesia | Senin, 07/10/2019 01:04 WIB
Mendag Tantang E-Commerce Jual Produk Lokal Sehari Penuh Ilustrasi e-commerce. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, menantang para pelaku perdagangan dalam jaringan (e-commerce) hanya menjual produk lokal Indonesia sehari penuh sekali dalam sebulan. Tujuannya, untuk mendukung daya saing dan pasar produk lokal di dalam negeri, khususnya hasil Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Ia mengatakan gagasan awal sebenarnya ingin agar para e-commerce cuma menjual produk lokal di situs marketplace masing-masing selama sehari penuh di setiap pekan. Namun, menurutnya, gagasan itu akan sulit dilaksanakan mengingat mayoritas produk yang dijual e-commerce merupakan produk pabrikan berskala besar hingga impor.


"Pernah ada gagasan bagaimana kalau seminggu sekali e-commerce hanya pasarkan produk dalam negeri? Kalau belum setiap minggu, mungkin bisa sebulan sekali pasarkan produk lokal saja," kata Enggar di kawasan Sarinah, Jakarta, Minggu (6/10).


Menurut Enggar, bila tantangan ini bisa diterapkan, maka akses terhadap produk lokal di pasar e-commerce nasional bisa meningkat dengan sendirinya. Selain itu, bisa membuat masyarakat selaku konsumen semakin kenal dan memilih produk lokal ketimbang impor.

"Saya rasa kalau ada kesadaran seperti ini, itu baik. Tapi kalau saya buat jadi kewajiban, takutnya resistensi dan akan menimbulkan dampak dari luar negeri," katanya.

Kendati begitu, ia mengatakan tak ingin menjadikan gagasan ini sebagai kewajiban dan memberi sanksi bila ada e-commerce yang tidak melaksanakan gagasan tersebut. Sanksinya, sambung Enggar, lebih baik berupa sanksi sosial.

[Gambas:Video CNN]

"Nanti yang melanggar kita umumkan saja ramai-ramai, kita asingkan, karena hukuman sosial itu lebih berdampak. Nanti kita panggil James, biar terlihat asing saja," celetuknya sembari terkekeh.

Di sisi lain, ia mengatakan gagasan itu sejatinya bisa menjadi tameng bagi perekonomian nasional dalam menahan tekanan perlambatan ekonomi global. Perlambatan ekonomi itu sendiri terjadi akibat perang dagang antara Amerika Serikat dan China, lalu AS dengan Uni Eropa, hingga Jepang dengan Korea Selatan.

Padahal, perlambatan ekonomi global akan membuat permintaan ekspor menurun, sehingga turut menyeret ekonomi Indonesia. Namun, menurutnya, ekonomi Tanah Air bisa tidak ikut-ikutan melemah bila permintaan konsumsi domestik tetap tinggi dan ditutup oleh produk dalam negeri sendiri, termasuk yang dipasarkan di e-commerce.

"Indonesia bisa keluar dari situ bila market tidak dibanjiri produk luar dan tidak jadi pasar semata. Oleh karena itu, perlu tingkatkan penggunaan produk lokal di dalam negeri," tuturnya.


Pada saat yang sama, Enggar turut menyaksikan peresmian kerja sama bertajuk 'From Local to Global' yang digagas Shopee, Tokopedia, dan Belanja.com dengan para produsen dan distributor produk lokal. Kerja sama ini berbentuk pemasaran produk lokal di situs masing-masing marketplace. (uli/ayp)