"Kalau permintaannya tinggi, ya mungkin bisa sampai 100 GW. Sebenarnya, kalau 100 GW itu juga nilainya mestinya kecil ya tidak terlalu besar," kata Jonan dalam pidato pembukaan acara seminar dan pameran merayakan Hari Listrik Nasional ke-74 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Rabu (9/10).
Jonan menyebutkan jumlah kapasitas listrik saat ini sudah mencapai 66 GW dan diramal akan mencapai 69 GW di akhir tahun. Angka itu mencerminkan peningkatan sekitar 40 persen dari jumlah kapasitas listrik terpasang pada lima tahun yang lalu. Sebagai catatan, pada 2014, kapasitas listrik terpasang hanya 50 GW.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penduduk kita kan jumlahnya seperempatnya (China), ya seharusnya kita juga bisa, setidaknya mencapai seperempat dari itu (kapasitas listrik terpasang China)," imbuhnya.
Selain itu, Jonan menyebut nilai energi baru terbarukan (EBT) di China juga sudah mencapai 300 GW. Atas dasar tersebut, ia mengimbau pihak PT PLN (Persero) untuk mempercepat pengembangan EBT. Pasalnya, menurut Jonan, EBT juga dapat menjadi infrastruktur jangka panjang untuk Indonesia di masa yang akan datang.
[Gambas:Video CNN]
"Pikirannya tidak bisa jangka pendek dari tahun ke tahun, karena infrastruktur kelistrikan itu adalah kegiatan jangka panjang," tuturnya.
Di sisi lain, ia juga mengatakan rasio elektrifikasi telah mencapai 98,83 persen. Raihan tersebut di atas target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
"Sampai hari ini 98,83 persen jadi harapannya bisa 99 persen tahun ini. Kalau RPJMN Bappenas sampai akhir 2019 itu 97,6 persen," pungkasnya.