Sebagai catatan, tahun ini, kebutuhan biodiesel untuk program B20 ditargetkan sebanyak 6,6 juta kiloliter.
"(Konsumsi) masih susah ditebak, tapi dengan B30 size-nya jadi 9,6 juta kiloliter lah," ucap Direktur Bioenergi Ditjen EBTKE Kementerian ESDM Andriah Feby Misna, Senin (7/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih (akan impor). Angkanya berapa tidak hafal," katanya.
Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) MP Tumanggor menyatakan keinginannya untuk mempercepat implementasi jual beli campuran minyak sawit mentah ke solar sebesar 30 persen atau B30 pada bulan depan. Ia menyebut percepatan itu bisa saja dilakukan karena pemerintah sudah melakukan percobaan secara internal.
[Gambas:Video CNN]
"Kami mau memulai coba langsung jualan. Usul saya itu mulai November di beberapa kota," ungkapnya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution sebelumnya juga sudah memberikan sinyal positif terhadap rencana percepatan implementasi jual beli B30. Pasalnya, hal tersebut akan menjadi salah satu cara untuk menurunkan defisit neraca perdagangan melalui pengurangan impor minyak.
"Memang (penerapan B30) awal 2020, tapi kan kami bisa coba (dipercepat), (B30) bisa (diterapkan) di November 2019," ujarnya.