Kementerian ESDM Taksir Kebutuhan Biodiesel 2020 9,6 Juta KL

CNN Indonesia | Selasa, 08/10/2019 05:50 WIB
Kementerian ESDM Taksir Kebutuhan Biodiesel 2020 9,6 Juta KL Ilustrasi. (CNN Indonesia/Fajrian).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memprediksi kebutuhan biodiesel untuk program pencampuran biodiesel pada minyak Solar mencapai 9,6 juta kiloliter (kl) pada 2020. Jumlah kebutuhan bahan bakar nabati berupa Fatty Acid Methyl Ester (FAME) itu tahun depan meningkat 45 persen dibandingkan tahun ini lantaran program B30 mulai berjalan.

Sebagai catatan, tahun ini, kebutuhan biodiesel untuk program B20 ditargetkan sebanyak 6,6 juta kiloliter.

"(Konsumsi) masih susah ditebak, tapi dengan B30 size-nya jadi 9,6 juta kiloliter lah," ucap Direktur Bioenergi Ditjen EBTKE Kementerian ESDM Andriah Feby Misna, Senin (7/10).


Selain memerlukan FAME, program B30 juga membutuhkan unsur methanol. Hanya saja, Feby belum bisa memperkirakan jumlah methanol yang dibutuhkan agar B30 bisa berjalan tahun depan.

"Masih didiskusikan (jumlah campuran methanol)," imbuhnya.

Ia menyatakan sebagian kebutuhan methanol akan diimpor karena pasokannya di dalam negeri belum mencukupi. Namun, Feby tak menyebut pasti jumlah yang akan dikirim dari luar negeri.

"Masih (akan impor). Angkanya berapa tidak hafal," katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) MP Tumanggor menyatakan keinginannya untuk mempercepat implementasi jual beli campuran minyak sawit mentah ke solar sebesar 30 persen atau B30 pada bulan depan. Ia menyebut percepatan itu bisa saja dilakukan karena pemerintah sudah melakukan percobaan secara internal.
[Gambas:Video CNN]
"Kami mau memulai coba langsung jualan. Usul saya itu mulai November di beberapa kota," ungkapnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution sebelumnya juga sudah memberikan sinyal positif terhadap rencana percepatan implementasi jual beli B30. Pasalnya, hal tersebut akan menjadi salah satu cara untuk menurunkan defisit neraca perdagangan melalui pengurangan impor minyak.

"Memang (penerapan B30) awal 2020, tapi kan kami bisa coba (dipercepat), (B30) bisa (diterapkan) di November 2019," ujarnya.
(aud/sfr)