Pebisnis Khawatir Penusukan Wiranto Bakal Hantam Investasi

CNN Indonesia | Jumat, 11/10/2019 17:40 WIB
Pebisnis Khawatir Penusukan Wiranto Bakal Hantam Investasi Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengusaha menaruh perhatian pada peristiwa penusukan Menteri Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Wiranto pada Kamis (10/10) kemarin. Pasalnya, kejadian itu mereka nilai bisa berdampak negatif terhadap investasi di Indonesia. 

"Langsung atau tidak langsung pasti berdampak, karena menyangkut keamanan di suatu negara, apalagi yang menjadi korban adalah pejabat tinggi setingkat Menko," kata Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta Sarman Simanjorang saat dihubungi oleh CNNIndonesia.com, Jumat (11/10).

Kendati demikian, pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin DKI Jakarta ini menilai saat ini kondisi investasi di Indonesia masih cukup kondusif.


Menurutnya, hingga kini, peristiwa penusukan salah satu pejabat tinggi itu belum berdampak signifikan terhadap tingkat investasi di Indonesia karena cepat diatasi oleh berbagai pihak.

"Sampai saat ini, belum ada dampak signifikan karena pelaku langsung tertangkap, sehingga proses hukumnya dapat langsung diproses," tuturnya.

Namun, lanjut Sarman, seandainya pelaku berhasil lolos, investor akan khawatir.

"Seandainya pelaku melarikan diri, dan tidak tertangkap, tentu ada situasi kekhawatiran (investasi)," jelasnya.

Sarman mengingatkan investor sangat membutuhkan kepastian keamanan serta kenyamanan dalam berinvestasi di Indonesia. Dengan kaburnya pelaku, investor dapat mempertanyakan sisi keamanan sehingga berpotensi mengurungkan niat mereka untuk berinvestasi di Indonesia.

Terlebih, pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI, serta pengumuman Kabinet Kerja akan dilakukan dalam waktu dekat. Sarman mengatakan kedua peristiwa penting tersebut akan menjadi perhatian masyarakat internasional, sehingga kejadian-kejadian seperti penusukan akan berpotensi mempertaruhkan nama baik Indonesia.

Ia pun berharap, kejadian penusukan salah satu pejabat tinggi negara tidak terulang kembali demi menjaga iklim perdagangan dan investasi di Indonesia.

"Kami harapkan kejadian ini yang pertama dan terakhir agar para aparat keamanan kita dapat mendeteksi dan mengantisipasi gerakan-gerakan jaringan teroris yang dapat mengganggu iklim bisnis dan investasi dan keamanan masyarakat," tuturnya.

[Gambas:Video CNN] (ara/sfr)