Mengutip Antara, Selasa (15/11), harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) melemah US$1,11 atau 2,03 persen menjadi US$53,59 per barel dan Brent turun US$1,16 atau 1,92 persen ke level US$59,35 per barel.
Tekanan terhadap minyak global disebabkan oleh perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China yang juga belum usai. Kesepakatan yang baru-baru ini dilakukan oleh kedua negara itu dinilai belum bisa memberikan kepastian kepada pasar
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, optimisme kesepakatan perang dagang memudar pekan ini. Pasalnya, China membutuhkan diskusi lebih lanjut dengan pihak AS.
Sebelumnya, harga minyak pada Jumat (11/10) sempat naik cukup tinggi. Harga minyak WTI menguat US$1,15 atau 0,2 persen menjadi US$54,7 per barel dan Brent naik US$1,41 atau 2,4 persen ke level US$60,51 per barel.
Kenaikan dipicu oleh ledakan kapal tanker milik Iran di lepas pantai Jeddah, Arab Saudi. Investor khawatir ledakan kapal Iran yang terjadi pada akhir pekan kemarin akan mengganggu produksi minyak mentah di wilayah tersebut.
(aud/sfr)