Pemerintah Beri Peluang WNA untuk Ikut Rancang Ibu Kota Baru

CNN Indonesia | Sabtu, 19/10/2019 12:24 WIB
Pemerintah Beri Peluang WNA untuk Ikut Rancang Ibu Kota Baru Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah membuka peluang ibu kota negara (IKN) nantinya dirancang oleh warga asing. Peluang diberikan karena sejumlah warga asing mengikuti sayembara desain ibu kota yang kini sedang diselenggarakan oleh Kementerian PUPR.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Danis Sumadilaga mengungkapkan setidaknya ada 12 kelompok pendaftar yang berasal dari luar negeri. Hanya saja, ia tak menyebut pasti asal negara tersebut.

"Datanya bagaimana belum tahu, hanya jumlah. Detail dari mana dan berapa orang belum tahu," ucap Danis, Jumat (19/10).


Nantinya, desain dari pemenang akan secara otomatis menjadi hak milik pemerintah. Setelah itu, Kementerian PUPR akan memperkaya desain yang telah dibuat sebelumnya oleh peserta tersebut.

"Ini kan gagasan bisa kami kembangkan dan perkaya agar optimal," terang dia.

Menurutnya, pemerintah sengaja membuka sayembara ini untuk menjaring semua gagasan dan ide dari masyarakat dalam membangun ibu kota baru di Kalimantan Timur. Dengan demikian, ia berharap desain final ibu kota sesuai dengan keinginan mayoritas seluruh pihak.

"Kalau semua diberikan (untuk merancang) kan baik," imbuhnya.

Terlebih, pemerintah menginginkan Kalimantan Timur nantinya menjadi ibu kota terbaik di Asia Tenggara yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas terbaik. Fasilitas itu dari berbagai sisi, misalnya pendidikan, kesehatan, teknologi, dan riset.

[Gambas:Video CNN]
"Kami harapkan ini bukan kota biasa saja tapi maju bisa bersaing sama negara luar, bahkan bisa lebih baik dari ibu kota negara lain, sehingga diharapkan ini juga jadi titik pertumbuhan yang sifatnya internasional," papar Danis.

Secara total, Danis menyebut ada 672 peserta yang mendaftar sayembara desain ibu kota baru. Pendaftaran masih akan dibuka hingga 21 Oktober 2019 mendatang.

Selain sedang merampungkan desain ibu kota negara, pemerintah juga masih memproses pembentukan badan otorita yang memiliki tugas untuk mengurus rencana pemindahan ibu kota dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur.

Danis mengungkapkan pembentukan badan itu sedang dimatangkan di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas). Nantinya, lembaga ini akan bertanggung jawab langsung ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Struktur organisasi dan lainnya di Bappenas. Sekarang tahap persiapan. Akhir tahun ini mungkin sudah ada," katanya.

Sebelumnya, Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menuturkan pemerintah sekarang sedang melihat kerangka kelembagaan dan struktur badan otorita yang akan dibentuk.

Struktur tersebut salah satunya terkait anggota badan otoritas. Dalam hal ini, pemerintah memiliki beberapa opsi, misalnya otoritas hanya akan diisi oleh menteri terkait selaku pemimpin implementasi rencana pemindahan ibu kota saja, atau akan turut melibatkan pihak profesional di luar pemerintahan.

"Tentu harus kombinasi. Tapi nanti kami lihat, presiden arahkan jangan terlalu ke birokrasi, karena dikhawatirkan malah jadi pelan dan kaku," kata Bambang.

(aud/agt)