"Lembaga ini kami harap mampu terus menunjang politik luar negeri dalam rangka menunjukkan Indonesia sebagai negara besar," ujarnya dalam peluncuran Indonesia Aid, seperti dikutip dari Antara, Jumat (18/10).
Indonesia Aid merupakan pengelola dana hibah untuk pembangunan di negara-negara sahabat yang membutuhkan bantuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami di Kemenkeu siap kerja sama dengan Kementerian Luar Negeri dan kementerian/lembaga lainnya dalam rangka untuk mengelola dana tersebut dalam rangka menunjang tujuan Indonesia," katanya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu Luky Alfirman menambahkan Indonesia Aid akan menjadi lembaga yang mengkoordinasi dana-dana dari kementerian/lembaga (k/l) untuk bantuan atau hibah ke luar negeri. Selama ini, pemberian hibah dilakukan oleh berbagai k/l tanpa koordinasi yang terarah.
Dalam keterangan resmi Kemenkeu terpisah, Indonesia Aid akan meluaskan jaringan kemitraan dengan pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat untuk penyediaan pendanaan pemberian hibah yang mandiri, berkelanjutan dan kreatif.
Dengan demikian, pemerintah pun dapat lebih fleksibel, efektif, dan efisien dalam memberikan hibah di tengah-tengah tantangan berupa keterbatasan ruang fiskal.
Ke depannya, lembaga ini memiliki misi untuk bertransformasi menjadi lembaga pembangunan internasional yang independen dan kredibel yang memiliki kapasitas keuangan, SDM dan institusi yang handal, serta jaringan yang kuat.
[Gambas:Video CNN] (antara/sfr)