Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.140 per dolar AS atau menguat dibanding kemarin yang di Rp14.172 per dolar AS.
Sore hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS. Tercatat, lira Turki menguat 0,89 persen, won Korea 0,46 persen, dan rupee India 0,07 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Peluang) Itu sebagian disebabkan oleh komentar dari Presiden Fed Chicago Charles Evans yang berpendapat bahwa Fed cukup agresif untuk mendapatkan momentum ke dalam inflasi," kata Brahim saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (18/10).
[Gambas:Video CNN]Selain itu, ia juga mengatakan sentimen juga datang dari aksi tunggu pelaku pasar atas negosiasi Brexit antara Inggris dan Irlandia. Mereka berspekulasi atas laporan bahwa kesepakatan masih bisa diumumkan akhir minggu ini.
Dari sisi domestik, ia mengungkap sentimen positif rupiah datang dari optimistisme pemerintah atas pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pemerintah meyakini ekonomi RI masih kuat tumbuh di atas level 5 persen pada 2019.
"Target tersebut akan tercapai jika Indonesia bisa menjaga konsumsi domestik yang tidak bergantung pada kondisi global," tuturnya.
(ara/agt)