Trump Yakin AS-China Capai Perdamaian Dagang Fase I November

CNN Indonesia | Selasa, 22/10/2019 10:21 WIB
Trump Yakin AS-China Capai Perdamaian Dagang Fase I November Ilustrasi. (SAUL LOEB / AFP).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yakin bisa menandatangani kesepakatan dagang fase pertama dengan China pada November 2019. Kesepakatan ini menjadi langkah untuk meredakan tensi dagang antara kedua negara.

Sebelumnya, rencana penandatanganan kesepakatan mini itu sudah dilontarkannya sejak awal bulan ini.

"Kami pikir kami akan dapat menandatangani dokumen lengkap dengan China pada fase pertama," ujar Trump seperti dikutip dari AFP, Selasa (22/10).


Perwakilan perdagangan AS Robert Lighthizer mengungkapkan perkembangan untuk menyelesaikan dokumen tersebut sebelum pertemuan Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Chili pada bulan depan telah sesuai dengan yang dijadwalkan.

Kendati yakin, sampai saat ini masih ada beberapa hal yang harus dirampungkan.

"Target kami adalah menyelesaikan kesepakatan fase pertama sebelum Anda (Trump) pergi ke Chili," kata Lighthizer kepada Trump.

Berdasarkan keterangan Gedung Putih, kesepakatan kecil tersebut mencakup pembelian China terhadap ekspor produk pertanian AS. Selain itu, kesepakatan itu juga menyinggung soal kekayaan intelektual, layanan keuangan dan nilai tukar.

Terkait hal itu, awal pekan ini Trump menyebut China sudah mulai membeli produk-produk mereka.

Sebelum pernyataan Trump, Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross menyatakan AS tidak ingin terburu-buru meneken kesepakatan tersebut.

"Dari sudut pandang kami, ini harus kesepakatan yang tepat dan tidak harus terjadi pada November," ujar pria yang tidak menjadi anggota delegasi perdagangan AS ke China ini kepada Fox Business awal pekan ini.

Dalam sebuah forum di Beijing, Wakil Menteri Luar Negeri China Le Yucheng menyatakan China ingin hubungan dengan AS berdasarkan koordinasi, kerja sama dan stabilitas.

Menurut Le, praktik perang tarif merupakan cara kuno yang tidak akan bekerja untuk saat ini.

"Kami tidak menyetujui taktik mengacungkan sederet tarif setiap saat dan menimbulkan tekanan maksimal kepada China," tutur Le.
[Gambas:Video CNN] (AFP/sfr)