Sentimen Positif Brexit Kerek Rupiah ke Rp14.144 per Dolar AS

CNN Indonesia | Jumat, 18/10/2019 08:54 WIB
Sentimen Positif Brexit Kerek Rupiah ke Rp14.144 per Dolar AS Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di level Rp14.144 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot Jumat (18/10) pagi. Posisi tersebut menguat 0,08 persen dibandingkan Kamis (17/10) kemarin, Rp 14.155 per dolar AS.

Pagi ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS. Tercatat, won Korea menguat 0,57 persen, rupee India 0,38 persen, yuan China 0,22 persen, dolar Hong Kong 0,02 persen,  baht Thailand 0,05 persen, dolar Singapura 0,01 persen, dan lira Turki 0,19 persen.

Sementara itu, kurs ringgit Malaysia dan yen Jepang masing-masing terpantau melemah 0,06 dan 0,01 persen terhadap dolar AS.


Sementara, nilai tukar peso Filipina terpantau stagnan.

Di negara maju, pergerakan mata uang juga terpantau bervariasi terhadap dolar AS. Penguatan terjadi pada dolar Australia sebesar 0,14 persen dan euro 0,02 persen. Namun, poundsterling Inggris melemah 0,22 persen.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan penguatan rupiah disebabkan sentimen positif dari potensi terjadinya kesepakatan Brexit antara Inggris dan Irlandia.

"Ada potensi rupiah menguat lagi karena sentimen positif dari potensi tercapainya kesepakatan Brexit," kata Ariston saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (18/10).

Selain itu, lanjut Ariston, penguatan rupiah juga dipengaruhi potensi pemangkasan suku bunga acuan AS akibat melemahnya data penjualan ritel AS pada bulan September, yang dirilis Rabu (16/10) lalu.
[Gambas:Video CNN]
"Data indeks manufaktur AS bulan Oktober yang di bawah ekspektasi yang dirilis tadi malam juga menjadi penopang penguatan rupiah," ucapnya.

Lebih lanjut, Ariston berpendapat rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp14.100 sampai dengan Rp14.190 per dolar AS pada akhir pekan ini.
(ara/sfr)