Bendahara Negara memberi sinyal penerbitan global bond karena mempertimbangkan kondisi tingkat bunga acuan yang tengah menurun di dunia. Hal ini membuat tingkat imbal hasil (yield) surat utang luar negeri tengah menurun dari sebelumnya.
Kondisi memungkinkan pemerintah bisa menarik utang dengan tingkat bunga yang lebih rendah kepada pemberi utang. Namun, utang dari Indonesia bisa menarik bagi investor karena yield-nya masih lebih tinggi dari negara-negara lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini dalam pembiayaan yang mungkin tidak terlalu besar, tapi kami tetap mengkombinasikan antara domestik dan internasional," ujarnya.
Realisasi defisit itu sejatinya belum mencapai target yang dipasang pemerintah sebesar Rp296 triliun atau sebesar 1,84 persen dari PDB. Namun, kekurangan anggaran negara terus meningkat dari bulan ke bulan jelang akhir tahun.
"Tekanan penerimaan sangat besar terutama berasal dari kondisi ekonomi. Maka kami melihat defisit kemungkinan melebar," katanya.
Hal ini yang selanjutnya membuat aliran penerimaan negara menjadi seret. Kantong penerimaan baru terisi Rp1.189,3 triliun per akhir Agustus 2019.
Sedangkan realisasi belanja negara pada periode yang sama sudah mencapai Rp1.388,3 triliun. Pertumbuhan penerimaan hanya naik 3,2 persen, sementara belanja mencapai 6,5 persen.
[Gambas:Video CNN] (uli/lav)