Sri Mulyani Yakin Koordinasi Menko Luhut dan Airlangga Lancar

CNN Indonesia | Rabu, 23/10/2019 19:03 WIB
Sri Mulyani Yakin Koordinasi Menko Luhut dan Airlangga Lancar Sri Mulyani berharap koordinasi antara Luhut dan Airlangga berjalan dengan baik. (CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap koordinasi antara Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dapat berjalan dengan baik.

"Mereka berdua (Luhut dan Airlangga) sudah sangat kenal sehingga kami berharap dari sisi komunikasi, koordinasi, harmonisasi langkah akan jauh lebih baik," ujar Sri Mulyani kepada awak media di kantornya, Rabu (23/10).

Menurutnya, kedua menko berperan penting dalam memperkuat perekonomian domestik di saat perekonomian global tengah melemah.


Ia menilai Airlangga memiliki modal kuat lantaran memahami tantangan dalam sektor industri. Sebab, ia sebelumnya menjabat sebagai menteri perindustrian.

"Beliau sudah cukup tahu banyak mengenai tantangan di sektor industri manufaktur yang merupakan salah satu kunci di dalam menyelesaikan persoalan yang berhubungan dengan CAD (current account deficit/defisit transaksi berjalan)," tuturnya.

Terlebih, Presiden Joko Widodo juga menekankan jajarannya untuk fokus untuk mengurangi CAD. Hal itu memerlukan kebijakan struktural dari segala sektor seperti manufaktur, perdagangan, pertanian, perikanan, serta energi.

Sebagai catatan, terakhir neraca transaksi berjalan Indonesia pada kuartal II-2019 mengalami defisit sebesar US$ 8,4 miliar atau setara 3,04 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Angka defisit transaksi berjalan tersebut jauh lebih dalam ketimbang kuartal I-2019 yang hanya US$ 7 miliar (2,6 persen dari PDB). Bahkan, realisasi tersebut lebih dalam dibanding CAD kuartal II-2018 yang sebesar US$ 7,9 miliar (3,01 persen dari PDB).
[Gambas:Video CNN]
Selain itu, ia juga menilai sisi investasi yang kini dipimpin oleh Luhut Binsar Panjaitan dapat menjadi kunci untuk menjaga permintaan domestik di tengah perlambatan perekonomian global.

"Kunci di investasi dan ekspor," katanya.
(mjo/sfr)