"Ekonomi sebesar 5 persen itu adalah potensi yang sangat besar. Saya ingin tekankan, jangan ikut gloomy (muram)," ungkap Sri Mulyani, Kamis (31/10).
Menurutnya, ekonomi Indonesia masih bisa dikatakan cukup baik selama masih di kisaran 5 persen. Walaupun begitu, pemerintah tetap membutuhkan kebijakan penyeimbang (counter-cyclical) agar ekonomi dalam negeri tak rapuh di bawah 5 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Sri Mulyani menyatakan perlambatan global tertekan oleh perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan China. Secara spesifik, ia menyebut Presiden AS Donald Trump telah mempengaruhi psikologis dunia.
Perang dagang ini telah berlangsung sejak 2018 lalu. Saat ini, AS dan China masih melanjutkan diskusi terkait kesepakatan penyelesaian perang dagang.
Trump sebelumnya menyatakan bakal menandatangani kesepakatan dagang fase pertama dengan China pada November 2019. Kesepakatan ini menjadi langkah untuk meredakan tensi dagang antara kedua negara.
[Gambas:Video CNN] (aud/bir)