Dilansir dari AFP, Xi Jinping memaparkan pasar dunia harusnya 'merobohkan tembok' dibandingkan 'membangun tembok'. Kiasan ini ditujukan untuk menentang proteksionisme dan unilateralisme agar dapat mengurangi hambatan dagang.
Pidato Jinping yang terbilang ringan tersebut tampaknya belum meredakan kritik dari pasar global yang menuduh China menerapkan langkah proteksionis dan gagal memenuhi janji reformasi dagang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pidatonya, Macron mengeluh bahwa perang dagang AS-China hanya menciptakan pecundang dan membebani pertumbuhan global. Dia berharap dua negara ekonomi terbesar di dunia tersebut dapat mencapai kesepakatan yang turut menjaga kepentingan mitra dagang lainnya, dimulai dari Uni Eropa.
Macron pun 'menyindir' tindakan Presiden AS Donald Trump yang melakukan aksi sepihak dengan penggunaan tarif sebagai senjata. Namun, Macron pun mengatakan China harus lebih transparan terhadap pembukaan pasar.
Pada pertemuan puncak di Bangkok, India menyatakan keprihatinannya bahwa ekonominya akan dibanjiri oleh barang-barang murah China sebagai hasil dari RCEP.
RCEP dimaksudkan untuk menyumbang 30 persen dari produk domestik bruto global tanpa Amerika Serikat.
"Saya berharap perjanjian itu akan ditandatangani dan mulai berlaku pada tanggal awal," kata Xi di Shanghai.
[Gambas:Video CNN] (afp/age)