China Janji Buka Akses Pasar dan Kurangi Hambatan Dagang

CNN Indonesia | Rabu, 06/11/2019 09:44 WIB
China Janji Buka Akses Pasar dan Kurangi Hambatan Dagang Presiden China Xi Jinping. (AFP/Hector Retamal).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden China Xi Jinping berjanji akan membuka akses pasar yang luas dan membuat kesepakatan perdagangan dengan lebih luas.

Dilansir dari AFP, Xi Jinping memaparkan pasar dunia harusnya 'merobohkan tembok' dibandingkan 'membangun tembok'. Kiasan ini ditujukan untuk menentang proteksionisme dan unilateralisme agar dapat mengurangi hambatan dagang.

Pidato Jinping yang terbilang ringan tersebut tampaknya belum meredakan kritik dari pasar global yang menuduh China menerapkan langkah proteksionis dan gagal memenuhi janji reformasi dagang.


Jinping mengungkap telah memiliki kesepakatan perdagangan parsial dengan AS yang telah diumumkan bulan lalu. Langkah ini untuk menjauhi perang tarif.

Pidato Jinping dalam pameran ini bertolak belakang dengan keynotenya tahun lalu di puncak perang dagang. Saat itu, Jinping 'menyindir' Amerika Serikat dengan menyebut proteksionisme, isolasionisme dan hukum rimba.

Walaupun Jinping tidak secara langsung menyebut nama AS. Jinping berpidato dalam pembukaan pameran perdagangan tahunan di Shanghai. Pameran ini turut mengundang Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Dalam pidatonya, Macron mengeluh bahwa perang dagang AS-China hanya menciptakan pecundang dan membebani pertumbuhan global. Dia berharap dua negara ekonomi terbesar di dunia tersebut dapat mencapai kesepakatan yang turut menjaga kepentingan mitra dagang lainnya, dimulai dari Uni Eropa.

Macron pun 'menyindir' tindakan Presiden AS Donald Trump yang melakukan aksi sepihak dengan penggunaan tarif sebagai senjata. Namun, Macron pun mengatakan China harus lebih transparan terhadap pembukaan pasar.

Jinping mengatakan kepada para delegasi perdagangan bahwa ia berharap kesepakatan perdagangan regional RCEP yang diusulkan dapat segera ditandatangani. Pasalnya, hingga saat ini India masih belum menyetujui perjanjian tersebut.

Pada pertemuan puncak di Bangkok, India menyatakan keprihatinannya bahwa ekonominya akan dibanjiri oleh barang-barang murah China sebagai hasil dari RCEP.

RCEP dimaksudkan untuk menyumbang 30 persen dari produk domestik bruto global tanpa Amerika Serikat.

"Saya berharap perjanjian itu akan ditandatangani dan mulai berlaku pada tanggal awal," kata Xi di Shanghai.
[Gambas:Video CNN] (AFP/age)