"Alokasi impor garam 2,7 juta ton sepanjang tahun ini. Semester I 2019 sudah 1,6 juta ton. Oktober 2019 sebanyak 2,21 juta ton," ungkap Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Indrasari Wisnu Wardhana, Selasa (5/11).
Dalam dua bulan terakhir, Wisnu tak memastikan apakah seluruh kuota impor nantinya akan direalisasikan atau tidak. Pemerintah, kata dia, akan menyerahkan sepenuhnya pemanfaatan kuota tersebut kepada pengusaha.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah mengajukan, kami sudah sampaikan stok kami terus nanti dirapatkan oleh pemerintah, belum putus hasilnya," ucap Adhi.
Adhi menyatakan penambahan kuota itu sudah dikoordinasikan oleh Kementerian Perindustrian kepada Kementerian Perdagangan. Berdasarkan info yang didapatnya, Kementerian Perdagangan sudah menyetujui permintaan pengusaha makanan dan minuman.
"Secara prinsip sudah disetujui. Namun sedang diproses pengalihan izin antar sektor," pungkas dia.
[Gambas:Video CNN] (aud/agt)