China Buka Kembali Impor Daging Sapi dan Babi dari Kanada

CNN Indonesia | Rabu, 06/11/2019 10:39 WIB
China Buka Kembali Impor Daging Sapi dan Babi dari Kanada Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Rahmad).
Jakarta, CNN Indonesia -- China sepakat untuk melanjutkan impor daging sapi dan babi dari Kanada. Sebelumnya, sejak Juni, China telah memblokir impor daging sapi dan babi dari Kanada.

Dilansir dari AFP, Perdana Menteri Justin Trudeau mengumumkan kesepakatan ini di tengah ketegangan hubungan China dan Kanada.

"Berita baik bagi para peternak Kanada hari ini. Ekspor daging babi dan sapi Kanada ke China akan dilanjutkan," ujar Trudeau dalam sebuah cuitan.




China menuduh daging babi yang dikirim dari Kanada terkontaminasi dan menggunakan dokumen palsu. Klaim China tersebut telah disangkal oleh Kanada.

Tuduhan kontaminasi ini terjadi di tengah pertikaian diplomatik China dan Kanada. Hingga saat ini, belum diketahui alasan China akhirnya berubah pikiran dan kembali membuka pasar impor daging sapi dan babi dari Kanada.

Produsen daging Kanada mengatakan Badan Inspeksi Makanan akan segera mengeluarkan sertifikat ekspor untuk pengiriman ke China. Menteri perdagangan Kanada Jim Carr dan Menteri pertanian Marie-Claude Bibeau mengatakan bahwa kementerian luar negeri Kanada dan lembaga inspeksi makanan akan terlibat dalam pengiriman daging ke China.

"Kami akan terus bekerja sama dengan produsen dan pengolah daging sapi dan babi dalam beberapa hari dan minggu mendatang untuk memastikan dimulainya kembali perdagangan," kata ujar Carr dan Bibeau.

Sebelum larangan impor, China adalah pasar impor daging sapi terbesar ketiga Kanada dan terbesar kelima untuk daging babi.

Pada Juni, China telah meminta Kanada untuk menyelidiki sertifikat kesehatan hewan yang palsu pada sejumlah babi. Sementara kantor berita Xinhua mengatakan pejabat bea cukai di kota Nanjing, China telah menemukan ractopamine dalam pengiriman daging babi.

Ractopamine adalah zat aditif pakan yang meningkatkan pertumbuhan hewan. Zat ini banyak digunakan di Amerika Serikat, namun dilarang di Uni Eropa dan China.

Tuduhan pemalsuan dan kontaminasi ini muncul ketika memanasnya hubungan China dan Kanada setelah penangkapan petinggi bos telekomunikasi China di Kanada.

Larangan impor daging babi dilihat sebagai eskalasi tanggapan atas penangkapan bos Huawei tersebut. Saat itu, peternak kebingungan mengapa mereka dilibatkan dalam pertikaian Kanada dan China.

Di sisi lain, China pun mulai khawatir atas larangan impor daging. Pasalnya, China sedang mengalami wabah demam babi. Ketakutan kurangnya pasokan menjadi faktor untuk mengakhiri larangan impor daging babi dan sapi dari China.

"Hubungan perdagangan kami sudah berlangsung lama dengan China. Hubungan ini sangat penting bagi kedua belah pihak," ujar Presiden Dewan Daging Kanada, Chris White.

[Gambas:Video CNN] (AFP/age)