Jokowi Minta Ibu Kota Baru Jadi Kota Bisnis Bebas Emisi

CNN Indonesia | Kamis, 07/11/2019 08:22 WIB
Jokowi Minta Ibu Kota Baru Jadi Kota Bisnis Bebas Emisi Presiden Jokowi. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan ibu kota baru yang terletak di Kalimantan Timur tidak hanya menjadi pusat pemerintahan tapi menjadi kota bisnis yang bebas emisi.

"Ibu Kota baru ini juga kota bisnis. Tetapi bisnis yang bebas emisi, atau industri yang bebas emisi, yang mempekerjakan orang-orang talenta kelas dunia," kata Jokowi, dalam sambutan Pembukaan Indonesia Instructure Week 2019 dan Indonesia Infrastructure Development Financing 2019, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (6/11).

Jokowi menambahkan google global talent juga berencana hadir di ibu kota baru untuk menarik diaspora pulang ke Indonesia.


"Selain itu juga menjadi magnet bagi orang-orang hebat dunia untuk menetap di ibu kota pengganti DKI Jakarta," tambah Jokowi.

Dia menegaskan hal tersebut bisa terjadi jika ibu kota menyediakan lapangan kerja yang berkelas.

Menurut Jokowi, ibu kota baru pun harus menyediakan suasana dan pelayanan yang berkualitas kelas dunia, antara lain pelayanan pendidikan dan kesehatan. Ia pun meminta semua pihak agar ikut membantu merancang desain kota yang ideal.

Mantan wali kota Solo itu ingin ibu kota baru menjadi sehat dan ramah lingkungan serta ramah bagi anak-anak dan lanjut usia. Ia berharap ibu kota baru ini memiliki pelayanan publik yang lengkap dan berkualitas dengan ekonomi dan sumber daya berkelanjutan

"Ini harus kita pikiran dan kita rancang secara baik sejak awal," tuturnya.

Kepala negara menyatakan pemerintah ingin membuat semua kota yang memberi contoh dan bisa menjawab permasalahan dunia. Ibu kota negara baru ini, kata Jokowi, adalah hadiah Indonesia untuk dunia.

"Kita memang mimpinya memang harus tinggi. Jika Dubai, punya jargon the happiest city on the earth. Ibu kota baru nanti, the best on earth, yang cleanest city, the most innovative city dan the most2 yang lainnya," ujarnya.

[Gambas:Video CNN] (fra/age)