Pemerintah Akan Bangun 57 Km Jalan Tol di Ibu Kota Baru

CNN Indonesia | Rabu, 06/11/2019 21:03 WIB
Pemerintah Akan Bangun 57 Km Jalan Tol di Ibu Kota Baru Ilustrasi pembangunan di ibu kota baru. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah menyatakan bakal membangun jalan tol sepanjang 57 kilometer (KM) di ibu kota baru. Rencananya, tol itu akan dibangun di atas lahan seluas 4.000 hektare (Ha).

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum Perumahan Kementerian PUPR Eko Djoeli Heripoerwanto menyatakan panjang tol itu merupakan penyambungan dari jalan bebas hambatan yang sudah ada sebelumnya di dekat lokasi ibu kota baru dan yang dibangun dari nol.

"Jadi dulu tol yang eksisting ini tidak mempertimbangkan kalau di sana nantinya ada ibu kota. Kemudian nanti jalan tolnya tinggal disambungkan saja," ucap Eko, Rabu (11/6).


Sejauh ini, Eko menyebut sudah ada sejumlah investor yang mengajukan pembangunan jalan tol di kawasan ibu kota baru. Hanya saja, ia tak menjelaskan lebih lanjut jumlah dan identitas investor itu.

"Ada investor yang berinisiatif tapi mereka tidak bicara spesifik. Ada dari luar negeri tapi mereka minta informasi dulu," katanya.

Selain jalan tol, investor itu juga diharapkan berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur lainnya, seperti sumber daya alam (SDA) dan jalan. Eko menyebut ada investor asal Malaysia yang berminat untuk menanamkan dananya di sektor SDA.

"Mereka tertarik untuk sumber daya air karena investor itu berpengalaman," terang Eko.

Secara terpisah, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit menambahkan PT Jasa Marga (Persero) Tbk telah mengajukan secara lisan kepada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono untuk melakukan studi penyambungan jalan tol Balikpapan-Samarinda ke lokasi ibu kota baru.

"Mereka baru minta secara lisan untuk koneksi antaraBalikpapan-Samarinda, menyambung dari apa yang mereka kerjakan ke arah ibu kota,"kataDanang.
[Gambas:Video CNN] (aud/agt)