Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Konstruksi dan Infrastruktur Erwin Aksa menilai perlu ada dorongan dari pemerintah agar hal ini bisa berjalan. Jika tidak, perusahaan swasta akan sulit bersaing dengan perusahaan pelat merah dalam mendapatkan proyek infrastruktur.
"Perlu relaksasi pembiayaan kepada swasta. Pemerintah perlu memberikan keberpihakan kepada swasta. Bagaimana dorong swasta lebih besar lagi porsinya," tegas Erwin, Kamis (7/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Basuki dan Erick sepakat untuk mengoptimalkan kebijakan lama, di mana proyek infrastruktur akan diberikan terlebih dahulu ke perusahaan swasta.
"Beliau (Erick) akan merelaksasi, ini kebijakan lama yang belum sepenuhnya dilakukan kemarin," kata Basuki.
"Kalau belum mau juga, ditugaskan seperti tol oleh Hutama Karya. Jadi, sebetulnya kebijakannya dari dulu, hanya belum sepenuhnya dilaksanakan saja," terang Basuki.
Sejauh ini, ia menyebut tak akan mengeluarkan aturan baru mengenai porsi proyek infrastruktur yang bisa dibangun oleh BUMN dan swasta. Lagi pula, ia mengklaim pengerjaan proyek jalan yang berada di bawah kewenangan Kementerian PUPR justru banyak dibangun oleh swasta.
"Kalau dilihat sebetulnya di proyek jalan nasional itu BUMN juga tidak banyak," jelasnya.
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) lagi-lagi mengingatkan BUMN agar tak mengambil semua pembangunan proyek infrastruktur. Ia memerintahkan perusahaan pelat merah membagi proyek kepada perusahaan swasta, termasuk kontraktor lokal.
"Saya sudah perintahkan ini, tidak sekali, dua kali. Jangan ambil semuanya. Berikan ruang bagi swasta dan pengusaha lokal. Saya harapkan lima tahun ke depan peran swasta, peran kontraktor lokal betul-betul bisa diberikan ruang yang sebesar besarnya," pungkas Jokowi. (aud/bir)