Bank BJB Bakal Bentuk Perusahaan Efek Daerah pada 2020

BJB, CNN Indonesia | Jumat, 08/11/2019 19:12 WIB
Bank BJB Bakal Bentuk Perusahaan Efek Daerah pada 2020 Ilustrasi. (Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) bakal membentuk perusahaan efek daerah (PED).

Pembentukan PED tersebut ditargetkan beroperasi pada semester I/2020. Pembentukan perusahaan efek daerah (PED) tersebut bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat di bidang investasi pasar modal.

Untuk membentuk sekuritas non-Anggota Bursa (AB), bank pembangunan daerah tersebut tetap menjadi pemegang saham mayoritas dan akan menggandeng sejumlah pihak.



Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi mengatakan untuk membentuk PED pihaknya telah menyiapkan dana investasi setidaknya Rp10 miliar. Nominal tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur dan modal dasar PED.

"Kami masih inisiasi, tahap awal. Kita sedang mencari bentuk. Bagaimana bentuknya sedang kami diskusikan. Targetnya semester I-2020 sudah bisa beroperasi. Terkait pemegang saham mayoritas masih BJB, tapi kami mencari partner-partner lain," ujar Yuddy di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (7/11).

Rencana pembentukan PED ini, lanjut Yuddy, berangkat dari tingginya penduduk di Jawa Barat dan Banten yang mencapai 49-50 juta jiwa atau mewakili seperlima dari penduduk Indonesia, dengan mayoritas merupakan kelompok milenial.

Dengan jumlah penduduk tersebut, Bank BJB menargetkan di tahun pertama operasionalnya PED mampu mengumpulkan sedikitnya 1.000 akun baru. "Tapi kami optimistis bisa melampaui jauh dari angka itu."

Kerja Sama dengan Universitas

Untuk mencapai target, Yuddy telah menyiapkan strategi bekerja sama dengan universitas dan menjaring investor dari kalangan aparatur sipil negara (ASN).

Kerja sama pembentukan PED ini diinisiasi Bank BJB bersama dengan Mandiri Sekuritas. Tahap awal kerja sama keduanya dimulai dengan menjadikan Bank BJB sebagai bank rekening dana nasabah (RDN).


Sementara itu, Direktur Utama Mandiri Sekuritas Dannif Danusaputro mengatakan menjalin kerja sama dengan perusahaan di daerah merupakan salah satu langkah perusahaan untuk meningkatkan jumlah investor ritel.

"Nanti kalau sudah ada PED nanti baru benar-benar kita jadi sponsor. Itu kita kerja sama dengan Pak Yuddy kan PED dari Bank BJB. Kalau sekarang mereka kan BPD pertama yang punya izin buka RDN," ujar Dannif.