Sokong Pertumbuhan Jabar, BJB Perkuat Kolaborasi

BJB, CNN Indonesia | Kamis, 17/10/2019 19:24 WIB
Sokong Pertumbuhan Jabar, BJB Perkuat Kolaborasi Bank BJB menyatakan pihaknya memiliki peranan sentral dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Jabar. (Foto: bank bjb)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank BJB memperkuat kolaborasi di dalam acara "Sinergitas BUMD Lembaga Keuangan" yang diselenggarakan di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung pada Selasa lalu (15/10).

Kegiatan itu melibatkan pelbagai pihak termasuk pelaku usaha dan pemangku kebijakan.

Direktur Operasional Bank BJB Tedi Setiawan menuturkan pihaknya memiliki peranan sentral dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Jabar. Pada Triwulan II/2019, pertumbuhan ekonomi Jabar sendiri mencapai 5,68 persen atau lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan nasional 5,06 persen.



Dia menegaskan peranan Bank BJB mencakup meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat, investasi, belanja pemerintah, hingga transaksi perdagangan ekspor impor

"Secara bisnis, perseroan juga terus berkembang seiring dengan pencapaian pertumbuhan ekonomi Jawa Barat yang terasa sangat menggembirakan," kata Tedi.


Bank tersebut juga menyatakan pihaknya memberikan pembiayaan infrastruktur yang besar di Jawa Barat. Sepanjang 2018 lalu, total penyaluran kredit infrastruktur nasional mencapai Rp7,5 triliun dengan Rp4,4 triliun disalurkan di Jawa Barat.

Bank BJB mendanai sejumlah proyek di antaranya Jalan Lingkar Majalaya, Overpass Tegal Gede, Alun-alun Kejaksaan Cirebon, PLTM Cikaengan, Pasar Rakyat Awipari Tasikmalaya, dan Jalan Geopark Ciletuh.

Selain itu, bank tersebut juga menyalurkan pinjaman daerah bagi sejumlah pemerintah daerah, di antaranya Pemkab Ciamis, Pemkab Kuningan, Pemkot Cimahi dan Pemkab Lampung Utara.

Kredit UKM

Bank BJB juga menyalurkan pelbagai produk Kredit UMKM di antaranya Kredit UKM, Kredit Mikro Utama (KMU), Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan Kredit Cinta Rakyat (KCR).

Perseroan pun menggelar pelatihan dan pendampingan usaha secara berkala kepada para pelaku usaha mikro. Bank BJB pun memiliki agenda rutin kompetisi Jawara UMKM sebagai ajang kompetisi sekaligus inkubasi bisnis UMKM di Jabar.

Tedi juga menjelaskan program lainnya adalah Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terpadu (BJB Pesat) untuk menciptakan wirausaha baru dan peningkatan kapasitas usaha.


"Program ini disinkronkan dengan program yang dicetuskan One Village One Company (OVOC) dan One Pesantren One Product," katanya.

Kontribusi Bank BJB untuk pemerintah daerah berbentuk dividen hasil usaha. Tercatat dalam periode 2015-2018, dividen perseroan yang dibagikan selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Pada 2015, total dividen mencapai Rp508 miliar, sedangkan pada 2018 sebesar Rp547 miliar.

"Beberapa kegiatan pembangunan infrastruktur strategis di Jawa Barat diharapkan dapat menjadi magnet pertumbuhan perekonomian daerah, peningkatan daya saing daerah, peningkatan kesempatan kerja serta peningkatan kesejahteraan," tegas Tedi.

[Gambas:Video CNN] (asa)