Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan keputusan ini diambil untuk mengembangkan industri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di dalam negeri. Jika bunga turun, pemerintah berharap semakin banyak pelaku UMKM yang mengajukan KUR.
"Rapat koordinasi soal perubahan kebijakan KUR telah disepakati yang akan didorong ke depan adalah KUR yang pro kerakyatan. Januari 2020 suku bunga turun menjadi 6 persen," ungkap dia, Selasa (12/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lalu untuk sektor produksi plafonnya 60 persen, dari Rp190 triliun, ya 60 persennya untuk sektor produksi. Dengan ini semoga bisa mendorong UMKM dan pariwisata," tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan kebijakan baru terkait KUR akan memberikan dampak positif pada neraca perdagangan dalam negeri. Pihaknya akan mendorong penyaluran ke kegiatan industri untuk substitusi impor.
Lihat juga:Jokowi Minta Subsidi Bunga KUR Dobel di 2020 |
Sebagai informasi, penurunan suku bunga KUR ini juga merupakan permintaan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia juga meminta agar KUR banyak menyasar ke sektor produktif.
"Subsidi sekarang bunganya berapa? 7 persen, mau diturunkan ke 6 persen, tapi menurut saya jumlahnya masih kurang. Saya minta tahun depan bisa ditingkatkan dua kali lipat," kata Jokowi.
Kemudian, ia juga ingin agar penerima KUR bisa diperluas dengan kerja sama UMKM yang ada di masing-masing kementerian/lembaga. Tak ketinggalan, Jokowi juga berharap penyaluran KUR turut melibatkan para Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga swasta.
[Gambas:Video CNN] (aud/bir)