Pasokan AS Melimpah, Harga Minyak Mentah Melemah

CNN Indonesia | Jumat, 15/11/2019 06:57 WIB
Pasokan AS Melimpah, Harga Minyak Mentah Melemah Ilustrasi pengangkutan minyak mentah. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean).
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga minyak mentah dunia melemah. Pemicu utamanya berasal dari naiknya pasokan minyak mentah di Amerika Serikat (AS).

Mengutip Antara, Jumat (15/11), harga minyak mentah berjangka Brent turun tipis US$0,09 ke level US$62,28 per barel. Kemudian, harga minyak AS West Texas Intermediate (WTI) melemah US$0,35 menjadi US$56,77 per barel.

Badan Informasi Energi (EIA) melaporkan stok minyak mentah AS naik sebesar 2,2 juta barel. Angka itu jauh dari prediksi analis yang hanya meningkat sebesar 1,64 juta barel.

EIA juga mencatat produksi minyak mentah meningkat 200 ribu barel per hari (bph). Dengan demikian, produksi minyak AS per harinya mencapai rekor, yakni 12,8 juta barel.

"Ini tentang laporan persediaan hari ini. Peningkatan pasokan minyak mentah sedikit mengecewakan," ungkap Analis Price Futures Group Phil Flynn, dikutip Jumat (15/11).

Sebelumnya, harga minyak sempat bangkit (rebound) terkena sentimen positif dari sikap optimis Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) terkait surplus pasokan minyak pada 2020 yang diperkirakan lebih rendah dibandingkan tahun ini.

Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo mengatakan pihaknya berpotensi menurunkan proyeksi pasokan minyak mentah pada tahun depan. Namun, ia belum mau membocorkan kemungkinan penurunan prediksi yang dimaksud.

Ia juga enggan membahas pengurangan produksi yang akan dilakukan oleh anggota OPEC tahun depan. Diketahui, anggota OPEC akan melakukan pertemuan pada 5-6 Desember 2019 untuk berdiskusi terkait hal ini.

"Pertanyaannya apakah kelompok itu (OPEC) akan memangkas pasokan lebih besar," kata Kepala Ekonom Bank Swiss Norbert Rucker.
[Gambas:Video CNN]


(aud/bir)