"Kami ingin mengejar negara dengan mayoritas muslim lainnya," ucap Ma'ruf di sela perhelatan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2019 di JCC, Jakarta, Rabu (12/11).
Berdasarkan catatannya, pangsa pasar ekonomi dan keuangan syariah Indonesia baru mencapai 6,8 persen pada Januari 2019. Kontribusi pangsa pasar terbesar disumbang oleh sektor perbankan syariah sekitar 5,6 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Oleh karena itu, berbagai upaya perlu dilakukan dalam rangka mengembangkan ekonomi syariah," katanya.
Ma'ruf mengungkapkan beberapa jurus telah disiapkan untuk mengembangkan pasar ekonomi dan keuangan syariah Indonesia. Pertama, membangun industri produk halal.
Lihat juga:Erick Thohir Ajak Ahok Urus BUMN |
Kedua, memaksimalkan dana sosial seperti wakaf dan zakat sebagai sumber pembiayaan baru. Misalnya, menjadikan tanah wakaf sebagai lokasi pembangunan fasilitas untuk umat.
Ketiga, pengembangan dan perluasan kegiatan ekonomi syariah berorientasi bisnis. Misalnya, di berbagai pondok pesantren dan pengembangan bank wakaf mikro.
"Saya ingin ekonomi dan keuangan syariah bisa mendorong arus baru ekonomi Indonesia," ungkapnya.
Tak ketinggalan, untuk memberi dukungan bagi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, pemerintah akan merevisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 91 Tahun 2016 tentang Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS).
Revisi itu, sambungnya, menyangkut struktur kelembagaan yang menempatkan presiden sebagai ketua umum dan wakil presiden sebagai ketua harian.
"Perubahan kelembagaan dan pengembangan ekonomi ini saya harap dapat mempercepat dan memperluas ekonomi syariah dalam rangka memperkuat ekonomi nasional," pungkasnya.
[Gambas:Video CNN] (uli/sfr)