Erick Thohir Tolak Buka Pencetus Ahok Jadi Bos BUMN

CNN Indonesia | Kamis, 14/11/2019 14:31 WIB
Erick Thohir Tolak Buka Pencetus Ahok Jadi Bos BUMN Menteri BUMN Erick Thohir. (CNN Indonesia/Resty Armenia).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir enggan mengomentari asal usul rencana pemilihan mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi bos BUMN. Ia enggan buka suara apakah usulan tersebut murni berasal dari dirinya atau Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Tidak lah, semua dilaporkan kepada beliau (Jokowi)," ucap Erick singkat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (14/11).

Sebelumnya, sempat beredar spekulasi di publik bahwa Ahok mendapat tawaran jabatan di BUMN karena pernah dekat dengan Jokowi. Keduanya diketahui memang pernah bekerja sama ketika menjabat posisi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta pada periode 2012-2016.


Namun, keduanya kemudian berpisah lantaran Jokowi  terpilih menjadi presiden. Setelah Jokowi jadi presiden, Ahok 'naik takhta' menjadi orang nomor satu di ibu kota hingga akhirnya terjegal kasus penistaan agama.

Lebih lanjut, Erick hanya menekankan bahwa pemilihan Ahok didasari oleh latar belakangnya selama ini. Ahok dianggap memiliki perjalanan karir yang baik dan konsisten.

"Perlu banyak tokoh di BUMN untuk membantu BUMN. Saya rasa beliau tokoh yang konsisten, track record-nya jelas bisa terus membangun," katanya.

Selain itu, Erick bilang Ahok memiliki karakter yang suka mengeluarkan dobrakan ketika menjalani sebuah jabatan. Karakter ini, katanya, tengah dibutuhkan dalam pengelolaan perusahaan negara.

"BUMN 142 perusahaan, kita perlu figur-figur yang bisa pendobrak, tidak mungkin 142 BUMN dipegang satu orang. Kita harapkan ada perwakilan perwakilan yang memang punya track record pendobrak," tuturnya.

Di publik, juga sempat santer spekulasi bahwa Ahok akan menduduki kursi sebagai bos PT Pertamina (Persero), perusahaan minyak nasional. Namun, Erick enggan membenarkan kabar tersebut.

"Semua pasti ada TPA (Tim Penilaian Akhir), nanti kami lihat. Saya tidak bisa komentar. Segera nanti mungkin awal Desember (penetapan Ahok)," ujarnya.

[Gambas:Video CNN] (uli/agt)