Hal ini untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat setelah kejadian bom bunuh diri di lingkungan Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara. Diketahui, oknum yang melakukan bom bunuh diri itu menggunakan atribut ojol.
"Saya sampaikan saya akan minta aplikator buat standar baru bagi pendaftaran mitra ojol-ojol baru," kata Budi, Kamis (14/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semua hal ini, sambung Budi, sedang dibicarakan oleh pihaknya dan aplikator ojol. Ia tak memberikan kepastian apakah nantinya butuh payung hukum baru atau hanya bersifat kesepakatan semata.
"Rapat butuh dua hari sampai tiga hari. Diskusi sudah mulai hari ini. Tiga hari ke depan harus ada rekomendasi yang dipenuhi," jelasnya.
Masalahnya, kini muncul larangan masuk di Mapolda Jatim. Mereka hanya boleh mengantarkan pesanan di depan gerbang.
"Ya khawatir saja nanti kalau imbasnya menurunnya jumlah pesanan. Sekarang ini, pesanan lagi ramai-ramainya. Ini kan bisa merugikan," kata Sigit, seorang supir ojol yang ditemui di gerbang Mapolda Jatim.
Kendati dibatasi, Sigit optimistis dan bertekad untuk tetap memberikan layanan yang terbaik terhadap kliennya.
[Gambas:Video CNN] (aud/sfr)