Kepala BPS Suhariyanto memaparkan upah riil yang menunjukkan daya beli buruh tani meningkat 0,12 persen dari Rp38.233 per hari menjadi Rp38.278 per hari pada Oktober 2019. Kenaikan terjadi karena upah nominal naik sedikit lebih tinggi sebesar 0,17 persen dari Rp54.424 per hari menjadi Rp54.515 per hari.
"Upah riil buruh tani masih meningkat karena inflasi di desa naik tipis 0,05 persen," ungkap Suhariyanto di Gedung BPS, Jakarta, Jumat (15/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Neraca Perdagangan RI Surplus US$161 juta |
Bila dikurangi inflasi sebesar 0,02 persen, maka kemampuan daya beli yang tergambar dari upah riil masih meningkat 0,11 persen dari Rp301.426 per bulan menjadi Rp301.753 per bulan.
Sementara, daya beli upah buruh bangunan justru turun. Pasalnya, upah nominal yang diterima stagnan alias tidak meningkat dari bulan sebelumnya.
"Inflasi tipis 0,02 persen bulan lalu, maka upah riil buruh bangunan turun tipis 0,02 persen juga," terang dia.
Berdasarkan data BPS, inflasi pada Oktober 2019 sebesar 0,02 persen secara bulanan dan 3,13 persen secara tahunan. Inflasi terjadi karena kenaikan harga di kelompok bahan makanan jadi, minuman, dan tembakau mencapai 0,45 persen.
Peningkatan inflasi terjadi untuk nasi dan lauk pauk, rokok kretek, dan rokok putih yang menyumbang inflasi masing-masing sebesar 0,05 persen. Selain itu ada beberapa komoditas yang meningkat harga jualnya di pasar, misalnya harga daging ayam ras naik 0,05 persen dan bawang merah 0,02 persen.
[Gambas:Video CNN] (uli/bir)