Pendiri Zara Beli Real Estate Cakup Kantor Facebook - Amazon

CNN Indonesia | Senin, 18/11/2019 01:32 WIB
Pendiri Zara Beli Real Estate Cakup Kantor Facebook - Amazon Ilustrasi jalanan Oxford, Inggris. (AFP PHOTO / Daniel Leal-Olivas).
Jakarta, CNN Indonesia -- Miliarder Spanyol sekaligus pendiri merek ritel busana Zara, Amancio Ortega, membeli real estate di Jalan Oxford, London, Inggris. Real estate yang dibelinya mencakup gedung-gedung perkantoran yang digunakan oleh perusahaan teknologi Facebook dan Amazon.

Seperti dilansir AFP, Minggu (17/11), perusahaan investasi milik Ortega, yaitu Pontegadea, pada awal bulan ini telah membeli gedung perkantoran senilai US$415 juta yang menjadi markas Facebook di Seattle, Amerika Serikat.

Kemudian, ia juga membeli kompleks perkantoran Troy Block di kota yang sama senilai US$740 juta. Kompleks perkantoran itu merupakan markas perusahaan e-commerce raksasa, Amazon.

Tak hanya Seattle, Ia juga memiliki beberapa properti real estate di Miami, San Francisco, New York, dan Washington.

Kali ini, orang terkaya keenam di dunia versi Majalah Forbes tersebut juga membeli real estate untuk membangun kawasan bisnis terpadu serupa di London, salah satu pusat perbelanjaan tersibuk di Inggris bahkan Eropa.

Di Paris, Prancis, Ortega juga memiliki gedung yang menaungi toko utama Apple Inc, serta bangunan komersial lainnya di jalan Champs-Elysee.

Saat ini, Ortega tercatat memiliki properti di sembilan negara, yakni Inggris, Kanada, Prancis, Italia, Meksiko, Portugal, Korea Selatan, Spanyol, dan AS.

Ortega memang menyimpan semua deviden yang dihasilkannya di Pontegadea. Keuntungan itu kembali diinvestasikan pada pembangunan real estate.

Hingga saat ini, total dividen yang diraup Ortega tercatat sebanyak 1,6 miliar euro. Ia telah mengundurkan diri sebagai ketua Inditex, pemiliki Zara, pada 2011 lalu. Meski begitu, ia masih memiliki 59 persen toko pengecer merk pakaian terbesar di dunia itu.

Selain Zara, pria 83 tahun itu juga memiliki saham merk fesyen lainnya, seperti Massimo Dutti dan Bershka.

"Normal bagi pengusaha dengan banyak modal menyimpan dana investasinya untuk mengelola, diversifikasi, dan melestarikan kekayaan dengan membangun perlindungan dari fluktuasi pasar saham," kata seorang profesor keuangan sekolah bisnis Esade di Barcelona, Carlos Amaro.

Sejumlah analis lain menganggap Ortega menargetkan investasi jangka panjang, bukan berspekulasi.

[Gambas:Video CNN]
"Saya pikir dia ingin memiliki diversifikasi nilai tukar untuk melindungi dirinya dari kemungkinan kemunduran nilai euro atau poundsterling," kata Direktur Utama Departemen Keuangan Sekolah Bisnis IE Madrid, Manuel Romera.

Ortega mendirikan raksasa mode Zara bersama mantan istrinya, Rosalia, di Galicia, barat laut Spanyol pada 1975 silam.

Ortega telah lama dikenal sebagai investor yang bijaksana. Ia menghindari menanamkan modalnya di sektor perumahan, terutama setelah anjloknya sektor properti sekitar akhir 2000-an hingga memicu resesi berkepanjangan.

Padahal, perumahan real estate berpotensi lebih menguntungkan ketimbang penjualan gedung-gedung kantor.


(rds/bir)