Bendungan Meninting mendapatkan air dari Sungai Meninting yang hulunya ada di kaki Gunung Rinjani. Bendungan ini akan termasuk pada sistem High Level Diversion, sistem pengairan yang sampai saat ini baru diterapkan di Pulau Lombok karena topografi wilayahnya yang mendukung.
Dirjen SDA Kementerian PUPR Hari Suprayogi mengatakan salah satu fungsi utama bendungan yang menelan anggaran sebesar kurang lebih Rp1,3 triliun itu yakni sebagai suplesi air ke daerah lain, terutama ke daerah Lombok Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, keberadaan bendungan yang berada di bawah kewenangan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I itu juga akan dikembangkan menjadi salah satu destinasi pariwisata untuk mendukung ekonomi masyarakat sekitar.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengatakan banyaknya bangunan tampungan air di NTB terutama Bendungan Meninting, merupakan wujud komitmen antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mengentaskan kekeringan di Pulau Lombok.
"Mudah-mudahan dengan hadirnya bendungan yang sangat istimewa ini permasalahan air sampai dengan Lombok Selatan dapat diatasi."
"Ke depannya penting untuk kita bahu-membahu antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat agar bangunan monumental ini dapat berfungsi sebagaimana mestinya," ujar Zulkieflimansyah.
Diketahui, Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan provinsi dengan bendungan terbanyak. Tercatat terdapat sembilan bendungan besar yang berada di NTB, belum termasuk di dalamnya dua bendungan yang baru saja impounding pada 2018 lalu, yaitu Tanju dan Mila. Kemudian dua bendungan lagi yang tengah dalam masa pembangunan, yakni Bendungan Bintang Bano dan Beringin Sila. Meninting menyusul dalam daftar pembangunan bendungan selanjutnya. (fef)