Hutama Karya Garap Pembangunan Bendungan Meninting di Lombok

Hutama Karya, CNN Indonesia | Rabu, 25/09/2019 20:24 WIB
Hutama Karya Garap Pembangunan Bendungan Meninting di Lombok PT Hutama Karya (Persero) menggarap proyek pembangunan Bendungan Meninting di Kecamatan Gunungsari Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. (Dok. Hutama Karya)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Hutama Karya (Persero) menggarap proyek pembangunan Bendungan Meninting di Kecamatan Gunungsari Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Proyek tersebut dikerjakan berkolaborasi dengan PT Bahagia Bangun Nusa.

General Manager Departemen Konstruksi II Hutama Karya Andung Damar Sasongko mengatakan proyek bertajuk 'Pembangunan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat' itu merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang akan dikebut pekerjaannya.

"Setelah dilakukan proses groundbreaking, kami akan segera bergerak untuk melakukan proses pekerjaan. Harapannya megaproyek ini dapat selesai tepat waktu sesuai dengan yang direncanakan, maksimal pada 2022," ujar Andung melalui keterangannya, Kamis (19/9).


Pembangunan Bendungan Meninting menelan Rp 1,4 triliun yang bersumber dari APBN. Hutama Karya dan Bahagia Bangun Nusa akan bertindak sebagai kontraktor Paket-1 dengan nilai kontrak sebesar total Rp875 miliar.

"Kami bertanggung jawab dalam beberapa lingkup konstruksi. Pertama, pembangunan Kofferdam Utama (main cofferdam), dilanjutkan dengan ekspansi Bendungan Utama (main dam), kemudian jalan puncak bendungan, hingga clearing genangan," ujarnya.

Bendungan yang diperkirakan selesai pada 2022 ini disebut mampu menampung debit air berkapasitas 8 juta kubik, yang akan dimanfaatkan sebagai air irigasi dan air baku. Selain itu, keberadaan Bendungan Meninting juga akan dikembangkan menjadi salah satu destinasi pariwisata untuk mendukung ekonomi masyarakat sekitar.

"Bendungan Meninting nantinya memiliki genangan cukup dalam yang dapat mengalirkan air hingga ke Lombok Selatan. Megaproyek strategis ini juga diperkirakan mampu menjadi sumber irigasi yang akan mengairi ribuan hektare lahan pertanian di Lombok Barat dan sebagian Lombok Tengah. Selain itu, akan menjadi sumber air baku untuk konsumsi rumah tangga dan menampung air di musim hujan sehingga dapat mengantisipasi kekeringan khususnya di Lombok Barat," ujar Andung.

Diketahui, prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) itu dihadiri oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat Hari Suprayogi, dan Kepala Pusat Bendungan Ditjen Sumber Daya Air Ni Made Sumiarsih. (fef)