Menteri Edhy: Kami Tenggelamkan yang Terus Mencuri Ikan

CNN Indonesia | Selasa, 19/11/2019 22:38 WIB
Menteri Edhy: Kami Tenggelamkan yang Terus Mencuri Ikan Menteri KKP Edhy Prabowo. (CNN Indonesia/ Bisma Septalisma).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyatakan kebijakan penenggelaman kapal akan tetap dilakukan. Walaupun, kementerian tengah mengkaji kebijakan pemanfaatan kapal asing sitaan dari pencuri ikan untuk para nelayan. Penenggelaman kapal akan tetap dilakukan bila memang diperlukan.

"Penenggelaman kapal itu upaya untuk menunjukkan ke dunia kalau kami tidak tidur, kami menjaga laut kami. Kalau memang harus ditenggelamkan, kami juga siap menenggelamkan. Intinya, kalau mereka ketahuan mencuri, terus lari, ya kami tenggelamkan," ucap Edhy di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Selasa (19/11).

Hanya saja, Edhy mengatakan kebijakan penenggelaman akan dilakukan bila penyitaan tidak bisa dilakukan. Namun, bila langkah penyitaan masih bisa dilakukan, maka ia akan mengutamakan kebijakan tersebut.


Lebih lanjut ia mengatakan langkah penyitaan kapal akan diutamakan agar kebijakan yang dilakukan pemerintah bisa memberi manfaat yang lebih besar. Khususnya bagi nelayan yang kerap kesulitan dalam hal pemilikan kapal.

"Jangan membuat jargon tenggelamkan adalah segala-galanya dalam mengatasi masalah negara begitu. Saya ingin ini menjadi suatu efek jera, tapi setelah jera harus ada pemanfaatan," katanya.

"Tidak ada penenggelaman dihentikan, masa saya mau membiarkan pencuri asing masuk? Penjaga kapal kita penjaga laut, harus disegani sama nelayan sendiri, tapi ditakuti oleh nelayan pencuri asing," tekannya.

Di sisi lain, soal pengalihan kapal asing pencuri ikan kepada nelayan, Edhy menyatakan kebijakan ini akan dilakukan dengan pengawasan ketat. Tujuannya, agar kapal yang sudah dihibahkan benar-benar dimanfaatkan secara optimal.

"Begitu kami serahkan, kami akan cek sebulan, dua bulan ke depan, kapalnya menghasilkan tidak? Jangan-jangan mangkrak lagi atau malah dijual," ujarnya.

Menurut Edhy, kebijakan ini akan dilakukan demi memaksimalkan hibah kapal asing sitaan kepada nelayan. Sebab, tak sedikit nelayan yang kesulitan memperbaiki kesejahteraannya akibat tidak memiliki kapal untuk berlayar mencari ikan.

Untuk itu, pemerintah akan memberikan bantuan dengan turut memanfaatkan hibah kapal asing sitaan. Di sisi lain, sambung Edhy, pemerintah juga akan memberikan pembinaan, pelatihan, dan pendidikan agar pemanfaatan kapal bisa maksimal.

"Kebetulan ada kampus yang sudah minta untuk beri pelatihan dan pendidikan untuk masyarakat pesisir dan koperasi," tuturnya.

[Gambas:Video CNN] (uli/age)