Kemenhub Sebar Kapal 'Rumah Sakit' di Tiga Provinsi Tahun Ini

CNN Indonesia | Senin, 13/05/2019 09:28 WIB
Kemenhub Sebar Kapal 'Rumah Sakit' di Tiga Provinsi Tahun Ini Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya akan membagikan kapal 'rumah sakit' di tiga provinsi untuk membantu layanan kesehatan masyarakat. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Sumenep, CNN Indonesia -- Kementerian Perhubungan berencana untuk menyebar kapal 'rumah sakit' di tiga provinsi, Kepulauan Riau, Jawa Timur, dan Papua. Rencananya, sebanyak enam hingga sembilan kapal akan disebar pemerintah di tiga provinsi itu sepanjang tahun ini.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan kapal 'rumah sakit' sejatinya untuk mengangkut penumpang. Namun sebagian unitnya khusus diperuntukkan untuk poliklinik.

Nantinya, kapal ini akan menghampiri masyarakat pulau-pulau terluar yang butuh layanan kesehatan.


"Jadi kapal-kapal ini akan keliling mengantar penumpang, sambil juga memeriksa pasien. Saya kira ini hal yang cukup baik," jelas Budi, Minggu (12/5).

Budi menjelaskan, pemberian kapal tersebut muncul kala ia melakukan rapat koordinasi bersama Menteri Kesehatan Nila Moeloek dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa akhir pekan ini. Di dalam rapat tersebut, Budi baru mengetahui bahwa masyarakat di kepulauan Madura Timur membutuhkan layanan kesehatan.


Namun, tidak ada satu pun fasilitas yang terdapat di sana. 
Maka dari itu, rencananya dua unit kapal rumah sakit akan berlabuh di Pelabuhan Kalianget, Sumenep, Jawa Timur setelah Idul fitri.

"Dan setelah idul fitri, kami akan lakukan serah terima dengan pemda," imbuh dia.

Ia mengatakan, kapal yang digunakan berjenis kapal rede yang memiliki kapasitas penumpang kapal berjumlah 50 orang. Memang, ia tidak menyebut kebutuhan anggaran untuk penyediaan kapal rumah sakit.

Namun, di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019, ada 20 kapal rede yang menjadi bagian dari penerima subsidi Tol Laut sebesar Rp222 miliar di tahun ini.

[Gambas:Video CNN]

"Itu untuk dari sisi penumpangnya, kalau dari sisi tenaga medis itu tinggal koordinasi antara Kemenkes dengan pemda setempat," kata dia.

Ditemui di lokasi yang sama, Menteri Kesehatan Nila Moeloek semringah dengan rencana tersebut. Menurutnya, sinergi ini akan jauh lebih efisien ketimbang Kemenkes dan pemda sama-sama membeli kapal rumah sakit sendiri.

Kalau kapal kesehatan berdiri sendiri tentu akan mahal, ongkosnya mahal, lebih baik ini sekalian dengan mengangkut penumpang sekaligus," papar Nila.

(glh/agt)