Kemenhub Berikan Tiga Kapal ke Sumenep Jelang Arus Mudik

CNN Indonesia | Senin, 13/05/2019 08:17 WIB
Kemenhub Berikan Tiga Kapal ke Sumenep Jelang Arus Mudik Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi)
Sumenep, CNN Indonesia -- Kementerian Perhubungan menambah tiga armada kapal rede di Pelabuhan Kalianget, Sumenep, Jawa Timur menjelang masa mudik tahun ini. Penambahan kapal dirasa perlu dilakukan karena Pelabuhan Sumenep banyak melayani pelayaran menuju pulau-pulau terpencil di Jawa Timur.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan ketiga kapal ini akan melayani rute Sumenep-Pulau Sapudi, Sumenep-Pulau Sapeken, dan Sumenep-Kepulauan Probolinggo di Selat Madura. Ia berharap, penambahan kapal ini bisa mengakomodasi pergerakan arus mudik menuju Sumenep daratan, yang diprediksi mencapai 350 ribu orang di tahun ini.

"Jadi dua kapal ini sudah diserahterimakan sebelum lebaran. Satu lagi akan diserahkan setelah lebaran, ini masih dalam proses pembuatan oleh kontraktor," jelas Budi, Minggu (12/5).


Ia menuturkan, dua kapal pertama akan dioperatori oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) (Pelni) dan satu kapal akan dioperatori oleh PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry. Setelah itu rencananya Kemenhub juga akan menambah kapal Roll-On Roll-Off (RORO) di Pelabuhan Kalianget.


Meski demikian, ia tak menyebut kapan kapal RORO tersebut akan diberikan. 

"Kami harapkan dengan kapal ini kapasitas lebih banyak dan penumpang lebih banyak terserap," jelas dia.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Agus H. Purnomo mengatakan tiga kapal ini memiliki jarak jelajah mencapai 1108,8 Nautical Mile dengan kapasitas penumpang mencapai 80 orang.

Kapal yang diberi nama Gandha Nusantara 01 dan Gandha Nusantara 02 memang dilabuhkan di Sumenep lantaran Kemenhub menaksir Pelabuhan Kalianget adalah salah satu pelabuhan perintis terpadat saat Idul Fitri.

[Gambas:Video CNN]

"Pelabuhan yang diprediksi akan mengalami lonjakan penumpang antara lain Tanjung Perak, Masalembo, Gresik, Bawean, Sapekan, Jangkar dan Raas. Sedangkan untuk daerah yang sering mengalami lonjakan paling tinggi pada saat angkutan lebaran adalah Tanjung Wangi, Kalianget, dan Kangean," terang dia.

Agus menambahkan, kapal rede baru di Pelabuhan Sumenep ini merupakan bagian dari program tol laut. Dalam operasinya, tiga kapal rede ini akan mendapatkan alokasi subsidi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019.

Adapun di dalam APBN 2019, total seluruh subsidi program tol laut mencapai Rp222 miliar atau menurun 50,4 persen dibanding alokasi tahun lalu Rp447,6 miliar. Selain untuk tiga kapal rede di Sumenep, subsidi ini akan dialokasikan bagi tol laut angkutan barang sebanyak 18 trayek, 113 trayek angkutan perintis, enam trayek angkutan khusus ternak, 17 trayek kapal rede, dan 26 kapal penumpang kelas ekonomi Public Service Obligation (PSO).

"Saat ini biaya pengoperasian kapal-kapal rede masih dibiayai oleh Kemenhub, kelak jika penggunaan load factor-nya sudah tinggi dapat dioperasikan oleh pemda melalui BUMD yang ada," tutur Agus.

(glh/agt)