Dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (21/11, ruas tol pertama ditawarkan yaitu Jalan Tol Solo - Yogyakarta - NYIA Kulon Progo dengan panjang 93,14 km. Kebutuhan investasinya mencapai Rp28,58 triliun.
Kedua, Jalan Tol Yogyakarta - Bawen (76,36 km) dengan biaya Rp 17,38 triliun. Ketiga, Jalan Tol Gedebage Tasikmalaya - Cilacap (206,65 km) biaya sebesar Rp 57,59 triliun. Keempat, alan Tol Makasar, Maros, Sungguminasa dan Takalar (Mamminasata) sepanjang 48,12 km dengan biaya Rp 9,41 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai langkah untuk menutupi gap pendanaan non-APBN sebesar 70 persen atau Rp 1.435 triliun, Kementerian PUPR mendorong inovasi pembiayaan pembangunan infrastruktur seperti KPBU.
"Keterlibatan badan usaha melalui skema KPBU merupakan bagian dari strategi besar untuk membiayai infrastruktur dan untuk itu dibutuhkan komitmen pendanaan APBN untuk tahapan persiapan, pengadaan tanah maupun pengembalian kepada Badan Usaha bila dilakukan dengan Availability Payment (AP)," jelasnya.
[Gambas:Video CNN]
Karenanya, hari ini, kementerian menggelar acara penjajakan minat pasar (market sounding) untuk keempat proyek tersebut di kantor Kementerian PUPR, Jakarta.
"Penyelenggaraan market sounding ini sangat penting dalam mendukung pengembangan jalan tol di Indonesia," tulis kementerian.