Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan persoalan daya beli masyarakat seharusnya tidak hanya dilihat dari sisi inflasi, namun juga tingkat pendapatan yang diterima masyarakat. Bila pendapatan masih meningkat, maka daya beli ikut terjaga.
"Daya beli adalah pendapatan nominal dibagi inflasi, sehingga inflasi rendah ini jelas meningkatkan daya beli," ucap Perry di Kompleks Gedung BI, Jakarta, Kamis (21/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, konsumsi rumah tangga juga ditopang oleh peningkatan porsi masyarakat berpendapatan menengah di kisaran US$2,97 sampai US$8,44 per hari. Berdasarkan data BI, jumlah masyarakat berpendapatan menengah ini naik dari 23 persen pada 2008 menjadi 61,5 persen pada 2019.
"Jadi semakin besarnya middle income ini yang juga topang daya konsumsi masyarakat. Konsumsinya cukup besar, ini terefleksi juga pada penjualan ritel yang non durable," terang dia.
"Saat ini, hampir 60 persen dari konsumsi rumah tangga, ini masih akan stabil dan menjadi daya dukung pertumbuhan ekonomi," tuturnya.
Sementara BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan berada di kisaran 5,1 persen pada 2019. Sedangkan pada tahun depan bergerak di rentang 5,1 persen sampai 5,5 persen.
[Gambas:Video CNN] (uli/bir)