Pertama, sebesar Rp519 triliun dari insentif investasi berbentuk fasilitas libur pajak (tax holiday). Investasi tersebut berasal dari 44 perusahaan yang terdiri dari 35 perusahaan asing dan sembilan lainnya domestik.
"Tax holiday kami berikan dengan kualifikasi yang mudah untuk 18 industri pionir. Selagi Anda berada di sektor itu, Anda bisa menerimanya," ucap Sri Mulyani, Kamis (21/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, industri pembuatan komponen utama pesawat terbang, dan aktivitas penunjang dirgantara, pengolahan berbasis hasil pertanian, perkebunan atau kehutanan penghasil bubur kertas (pulp), infrastruktur ekonomi, dan ekonomi digital.
[Gambas:Video CNN]
Kedua, sebesar Rp285 triliun dari insentif berbentuk pengurangan pajak (tax allowance). Investasi berasal dari 158 fasilitas pemberian pengurangan pajak bagi 149 investor. Investor tersebut terdiri dari 105 perusahaan asing dan 44 pengusaha domestik.
"Insentif tax allowance baru dimutakhirkan baru-baru ini," imbuhnya.
Ia tak merinci dari mana saja investasi tersebut datang. Ia hanya mengatakan siap menjaring lebih banyak investasi dari berbagai insentif pajak lain yang sudah dipersiapkan. Salah satunya, super deductiable tax yang merupakan pengurangan pajak sekitar 200 persen sampai 300 persen untuk investasi di bidang penelitian, riset, dan vokasional.
"Ini memberi sinyal kepada investor bahwa Anda tidak hanya disambut disini, tapi juga diberi insentif agar uang yang Anda bawa, teknologi dan pengetahuan yang Anda bawa, akan benar-benar menciptakan kegiatan produktif di Indonesia," pungkasnya.