Tahun ini, target ekspor hasil laut mencapai US$5,5 miliar.
"Target ekspor kita tahun ini kan US$5,5 miliar, cuma mungkin tercapainya sekitar US$4,8 sampai US$5 miliar. Tahun depan targetnya US$6 miliar. Mudah-mudahan tercapai," kata Direktur Pemasaran Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Machmud, Minggu (24/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasalnya, Machmud menyatakan negara tujuan utama ekspor hasil laut mayoritas saat ini masih masuk ke pasar tradisional, seperti di Amerika Serikat, Uni Eropa, dan China. Sehingga, pertumbuhan ekspor hasil laut Indonesia pun menjadi relatif stagnan di negara-negara tersebut.
"Kalau pasar di Eropa, dan Jepang, dan AS itu (masuk) pasar tradisional, mayoritas pertumbuhannya itu stagnan, ada yang negatif," tuturnya.
Sementara itu, Machmud menjelaskan bahwa target ekspor hasil laut Indonesia memiliki dua jenis produk, yakni produk mentahan dan produk olahan. Menurut keterangan Machmud, pemerintah telah memperkirakan dapat mengekspor hasil laut sebanyak 2,5 juta ton produk mentah pada 2020.
Lihat juga:Inalum Siapkan Rp7 Triliun Beli Saham Vale |
Machmud menjelaskan, target ekspor tersebut kemungkinan bisa tercapai, melihat potensi yang dimiliki Indonesia saat ini. Menurutnya, salah satu jenis produk utama untuk diekspor Indonesia adalah udang.
"(ekspor) Udang ke Amerika Serikat itu rata-rata 500-600 ribu ton per tahunnya. Meski begitu, (pemasok udang) nomor satu itu India, nomor dua, kita," ungkapnya.
Tak hanya udang, Machmud juga mengaku Indonesia juga akan mengekspor produk-hasil laut berkualitas, seperti ikan tuna, ikan cakalang, ranjungan, kepiting, dan cumi, sotong, gurita, serta rumput laut.
Machmud pun mengatakan betapa besarnya potensi hasil laut yang dapat Indonesia manfaatkan. Ia berpendapat, apabila Indonesia dapat terus mengembangkan dan membudidayakan kelautan, maka Indonesia dapat berkembang pesat.
"Kita sedang upayakan untuk budidaya, Marine culture (Kultur Kelautan) itu kita baru 2,7 pernah kita manfaatkan. Makanya Pak Presiden Jokowi menekankan ke budidaya (kelautan), karena budidaya (kelautan) adalah raksasa yang tidur," ungkapnya.
[Gambas:Video CNN] (ara/age)