KKP Akan Naikkan Target Ekspor Hasil Laut Jadi Rp84,5 T

CNN Indonesia | Minggu, 24/11/2019 13:48 WIB
KKP akan menaikkan target ekspor hasil laut hingga Rp84,5 triliun pada 2020. Ilustrasi hasil laut. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana menaikkan target ekspor hasil laut hingga US$6 miliar atau sekitar Rp84,5 triliun (asumsi kurs US$1 = Rp14.092) pada 2020.

Tahun ini, target ekspor hasil laut mencapai US$5,5 miliar.

"Target ekspor kita tahun ini kan US$5,5 miliar, cuma mungkin tercapainya sekitar US$4,8 sampai US$5 miliar. Tahun depan targetnya US$6 miliar. Mudah-mudahan tercapai," kata Direktur Pemasaran Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Machmud, Minggu (24/11).


Walaupun belum mencapai target, Machmud mengatakan peningkatan tersebut dilakukan karena akan dicanangkannya perluasan ekspor hasil laut Indonesia ke negara-negara baru.

Perluasan ekspor ini diharapkan akan meningkatkan nilai ekspor hasil laut.

"Kami akan buka pasar-pasar baru, seperti China, Timur Tengah, Afrika. Itu yang pertumbuhan penduduknya tinggi, ada yang sekitar 2 persen. Ada peluang pasar kita di sana," ungkapnya.

Pasalnya, Machmud menyatakan negara tujuan utama ekspor hasil laut mayoritas saat ini masih masuk ke pasar tradisional, seperti di Amerika Serikat, Uni Eropa, dan China. Sehingga, pertumbuhan ekspor hasil laut Indonesia pun menjadi relatif stagnan di negara-negara tersebut.

"Kalau pasar di Eropa, dan Jepang, dan AS itu (masuk) pasar tradisional, mayoritas pertumbuhannya itu stagnan, ada yang negatif," tuturnya.

Sementara itu, Machmud menjelaskan bahwa target ekspor hasil laut Indonesia memiliki dua jenis produk, yakni produk mentahan dan produk olahan. Menurut keterangan Machmud, pemerintah telah memperkirakan dapat mengekspor hasil laut sebanyak 2,5 juta ton produk mentah pada 2020.

Sementara, produk olahan seperti produk beku, kupas, sashimi, dan loin akan ditargetkan sebesar 1,2 juta ton.

Machmud menjelaskan, target ekspor tersebut kemungkinan bisa tercapai, melihat potensi yang dimiliki Indonesia saat ini. Menurutnya, salah satu jenis produk utama untuk diekspor Indonesia adalah udang.

"(ekspor) Udang ke Amerika Serikat itu rata-rata 500-600 ribu ton per tahunnya. Meski begitu, (pemasok udang) nomor satu itu India, nomor dua, kita," ungkapnya.

Tak hanya udang, Machmud juga mengaku Indonesia juga akan mengekspor produk-hasil laut berkualitas, seperti ikan tuna, ikan cakalang, ranjungan, kepiting, dan cumi, sotong, gurita, serta rumput laut.

"Itu punya kita semua. Share kita juga sudah lumayan bagus di dunia," ujarnya.

Machmud pun mengatakan betapa besarnya potensi hasil laut yang dapat Indonesia manfaatkan. Ia berpendapat, apabila Indonesia dapat terus mengembangkan dan membudidayakan kelautan, maka Indonesia dapat berkembang pesat.

"Kita sedang upayakan untuk budidaya, Marine culture (Kultur Kelautan) itu kita baru 2,7 pernah kita manfaatkan. Makanya Pak Presiden Jokowi menekankan ke budidaya (kelautan), karena budidaya (kelautan) adalah raksasa yang tidur," ungkapnya.

[Gambas:Video CNN] (ara/age)