Awal Pekan, Rupiah Menguat Rp14.086 per Dolar AS

CNN Indonesia | Senin, 25/11/2019 16:46 WIB
Awal Pekan, Rupiah Menguat Rp14.086 per Dolar AS Nilai tukar rupiah menguat ke posisi Rp14.086 per dolar AS atau sebesar 0,04 persen pada perdagangan pasar spot Senin (25/11) sore. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah menguat ke posisi Rp14.086 per dolar AS atau sebesar 0,04 persen pada perdagangan pasar spot Senin (25/11) sore. Sebelumnya, kurs rupiah berada di posisi Rp14.092 per dolar AS pada penutupan perdagangan pada Jumat (22/11).

Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.091 per dolar AS yang juga menguat dibandingkan posisi Jumat (22/11), yakni Rp14.100 per dolar AS.

Sore hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Tercatat, lira Turki Melemah 0,32 persen, yen Jepang 0,19 persen, dan ringgit Malaysia juga melemah sebesar 0,10 persen.


Selanjutnya, peso Filipina juga terpantau melemah 0,08 persen baht Thailand sebesar 0,04 persen, disertai dolar Hong Kong dan dolar Singapura yang juga melemah tipis dengan nilai masing-masing 0,03 persen dan 0,01 persen.

Sementara itu, penguatan terjadi pada won Korea sebesar 0,28 persen, yuan China 0,06 persen, dan dolar Taiwan 0,04 persen. Hanya rupee India yang terpantau bergerak stagnan dan tak bergerak terhadap dolar AS.

Kemudian di negara maju, mayoritas nilai tukar menguat terhadap dolar AS. Tercatat poundsterling Inggris menguat 0,30 persen, dolar Kanada menguat 0,10 persen, dan dolar Australia 0,06 persen, diiringi juga oleh euro yang menguat sebesar 0,04 persen terhadap dolar AS.

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai penguatan rupiah disebabkan oleh sentimen positif dari kemajuan kesepakatan dagang antara AS dan China akibat komentar Presiden AS Donald Trump.

"Pasar mencerna komentar Presiden AS Donald Trump tentang China. Hal tersebut meningkatkan harapan bahwa kedua belah pihak akan segera menandatangani kesepakatan perdagangan," kata Ibrahim saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (25/11).

Sebelumnya, Ibrahim menjelaskan bahwa Trump ungkap kesepakatan dengan China 'berpotensi sangat dekat'.

Selain itu, Trump juga mengindikasikan bahwa ia mungkin tidak menandatangani RUU yang disahkan minggu ini oleh kongres yang mendukung Hong Kong dalam upaya untuk menenangkan Beijing, sehingga memberikan tanggapan positif dari China.

Ibrahim mengatakan pihak pemerintah dan Bank Indonesia (BI) sudah melakukan berbagai cara untuk mengembalikan perekonomian yang sempat meredup akibat gejolak global.  Upaya tersebut dilakukan baik melalui strategi bauran, reformasi birokrasi, reformasi keuangan, penurunan suku bunga acuan.

Dengan strategi yang sudah dijalankan BI, Ibrahim menjelaskan bahwa PDB kini berada di 5,1 persen, sedangkan Defisit Neraca Transaksi Berjalan (CAD) akan membaik di 2,7 persen, sementara Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kini berada di kisaran US$125 miliar.

"Selain itu, BI juga melakukan intervensi di pasar valas dan obligasi dalam perdagangan DNDF. Sehingga,membawa berkah bagi mata uang garuda yang kembali menguat di awal pekan, dan penguatan ini (juga) menjadi yang terkuat di Asia," tuturnya.

Lebih lanjut, Ibrahim memproyeksikan perdagangan Selasa (26/11) besok, rupiah kemungkinan akan menguat di kisaran Rp14.055 hingga Rp14.105 per dolar AS.

[Gambas:Video CNN] (ara/age)