Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III OJK Slamet Edy Purnomo mengatakan kenaikan NPL gross industri perbankan dipengaruhi oleh sektor pengolahan yang meningkat dari 2,52 persen pada Desember 2018 menjadi 4,12 persen pada Oktober 2019.
"NPL gross sektor perdagangan juga naik dari 3,57 persen menjadi 3,92 persen. Kalau yang lain ada perikanan tapi tidak signifikan," katanya, Jumat (29/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk tahun depan, Edi menyatakan sejumlah perbankan pesimis dengan pertumbuhan kredit lantaran perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China yang terus berlanjut. Alhasil, beberapa perbankan menargetkan pertumbuhan kredit satu digit.
"Hasil pembicaraan dengan bank-bank ada yang pesimis dan yang optimis. Beberapa bank ada yang satu digit, tapi masih ada yang dua digit," jelasnya.
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, premi asuransi jiwa tercatat sebesar Rp152,4 triliun per Oktober 2019. Kemudian, premi asuransi umum atau reasuransi sebesar Rp82,2 triliun.
"Risk based capital (RBC) industri asuransi jiwa dan asuransi umum masing-masing sebesar 705 persen dan 329 persen, jauh di atas ambang batas ketentuan," papar Edi.
Selanjutnya, penghimpunan dana melalui pasar modal tercatat sebesar Rp155 triliun. Sebagian dana itu berasal dari aksi korporasi berupa penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) yang dilakukan 48 perusahaan.
Kemudian, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi pada pekan ketiga November 2019 ke level 6.100 dibandingkan dengan posisi Oktober 2019 yang masih di level 6.228.