Indonesia Minta Inggris Tak Hambat Akses Pasar Kelapa Sawit

CNN Indonesia | Senin, 04/11/2019 13:20 WIB
Indonesia Minta Inggris Tak Hambat Akses Pasar Kelapa Sawit Ilustrasi kelapa sawit. (AFP/Wahyudi).
Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia meminta Inggris tidak menghambat akses pasar kelapa sawit nasional maupun produk ekspor lainnya.

Dikutip dari Antara, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengungkap pentingnya kerja sama Inggris dan Indonesia untuk membantu perdagangan sawit yang berkelanjutan.

"Kelapa sawit ini sangat penting bukan hanya bagi Indonesia. Namun, bagi Inggris dan negara-negara Eropa," papar Agus saat melakukan pembahasan perdagangan dan investasi bersama Inggris di sela-sela KTT ASEAN ke-35 di Bangkok.


Dia menuturkan perlu solusi yang tepat dalam menyelesaikan berbagai hambatan perdagangan kelapa sawit.

"Perlu terobosan yang cepat untuk penyelesaian masalah perdagangan bagi kepentingan kedua negara," tegas Agus.

Menanggapi permintaan Indonesia, Inggris menyampaikan akan terus menjalin dialog terbuka dengan Indonesia guna membahas perkembangan isu sawit. Inggris pun setuju menawarkan fasilitas peningkatan kapasitas di bidang penelitian, edukasi, dan teknologi atas isu sustainability.

Terutama untuk petani dan pelaku UKM sawit di Indonesia. Pembahasan sawit ini dilakukan karena akses pasar kelapa sawit Indonesia terhambat kebijakan RED II di pasar Uni Eropa. Kebijakan RED II merupakan kebijakan energi terbarukan. 

Selain itu, banyaknya kampanye negatif yang dilakukan beberapa supermarket anti-kelapa sawit di Inggris.

Di samping masalah sawit, Indonesia dan Inggris pun telah sepakat mengintensifkan perdagangan dan investasi. Sedangkan Inggris menginginkan penguatan kerja sama dengan Indonesia di bidang perdagangan jasa finansial.

Pasalnya, saat ini perdagangan jasa finansial sedang berkembang di negara ASEAN lainnya. Pertemuan Indonesia dengan Komisioner Inggris merupakan kelanjutan dari penandatanganan Terms of Reference (ToR) Trade Review pada saat Trade Expo Indonesia (TEI) Oktober lalu.

Kedua negara berencana melakukan Trade Review pertama di London pada 9 Desember 2019 untuk membahas kajian perdagangan dan investasi kedua negara. Indonesia merupakan negara ASEAN pertama yang menandatangani Trade Review dengan Inggris.
[Gambas:Video CNN] (Antara/age)