"Kami sadar, semakin banyak orang mengeluhkan tingginya polusi udara. Salah satu upaya kami adalah mengadakan transportasi ramah lingkungan yang efisien dan hemat biaya. Indonesia telah menetapkan target lebih banyak dari saat ini," ujar Luhut seperti dikutip dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (29/11).
Luhut menjanjikan sejumlah insentif untuk membangun pabrik mobil listrik seperti keringanan pajak. Selain itu, pemerintah juga berencana untuk membangun lebih banyak stasiun isi ulang baterai kendaraan listrik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Vice President Market Development Jochen Scharrer menyampaikan BMW telah memproduksi mobil elektrik sejak tahun 2014. Dirinya juga berharap jumlah produksi mobil listrik dan mobil hybrid dapat berimbang pada rentang 2020 hingga 2025 mendatang.
"Kami berencana meluncurkan 12 mobil listrik baru hingga tahun 2025. Problem kami, baik di Indonesia atau negara-negara lain untuk mengajak konsumen membeli mobil listrik yaitu kurangnya tempat pengisian daya. Pengguna mobil ini lebih suka mengisi daya di rumah atau mungkin di kantor," katanya.
[Gambas:Video CNN] (hns/sfr)