Fokus Pada Mobil Listrik, Audi Pangkas 7.500 Tenaga Kerja

CNN Indonesia | Rabu, 27/11/2019 13:16 WIB
Perusahaan otomotif Audi  akan mengurangi 7.500 tenaga kerja karena fokus pada pengembangan mobil listrik. Perusahaan otomotif Audi akan mengurangi 7.500 tenaga kerja karena fokus pada pengembangan mobil listrik. (CNN Indonesia/Daniela).
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan otomotif Audi mengurangi 7.500 tenaga kerja karena pengembangan mobil listrik.

Dilansir dari CNN, Rabu (27/11), merek mobil premium asal Jerman ini mengumumkan segera memangkas 9.500 tenaga kerja pada 2025.

Jumlah ini sekitar 10 persen dari total tenaga kerja global. Namun, pada saat yang bersamaan Audi akan menciptakan 2.000 lapangan kerja baru yang fokus pada mobilitas listrik dan teknologi baru otomotif.


Audi yang saat ini dimiliki oleh Volkswagen mengatakan para pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) akan mendapatkan pesangon atau pensiun dini.

Aksi pemutusan hubungan kerja ini akan memberikan jaminan pekerjaan bagi para pekerja yang tersisa hingga 2029. Perusahaan akan memiliki dana sekitar US$6,6 miliar untuk berinvestasi di mobil masa depan.

Pengurangan tenaga kerja tersebut sebagai bagian dari perjanjian dengan perwakilan pekerja. Audi direncanakan merombak dua pabrik di Jerman untuk membuat kendaraan listrik.

Audi akan mengubah pabrik di Neckarsulm dan Ingokstadt tempat kantor pusatnya berada untuk menghasilkan mobil gabungan sebanyak 674 ribu mobil hibrid per tahun.

Saat ini banyak produsen mobil dunia yang tengah merombak model bisnis mereka. Perombakan ini dilakukan dengan harapan perusahaan bisa beradaptasi dengan konsep listrik yang menggantikan bensin dan diesel.

Volkswagen tidak terkecuali. Grup yang juga memiliki merek Porsche, Bugatti, Skoda dan Lamborghini menghabiskan puluhan miliar dolar untuk membuat versi listrik atau hibrida dari setiap kendaraan di jajaran produknya.

Grup ini berencana untuk meluncurkan 70 model listrik baru pada 2028. Audi akan memainkan peran utama dalam transformasi perusahaan. Merek ini telah meluncurkan SUV listrik pertamanya, e-Tron yang dibuat di pabrik Brussels.

Pabrik Brussel ini yang digunakan untuk menghasilkan mobil kecil yang ditenagai bahan bakar fosil. Mobil listrik, yang memiliki bagian lebih sedikit daripada mobil mesin pembakaran internal, membutuhkan lebih sedikit pekerja.

Namun, biaya yang dibutuhkan lebih banyak. Skala investasi yang besar ini membuat sebagian perusahaan harus menemukan mitra. Fiat Chrysler dan pemilik Peugeot PSA Group mengumumkan rencana untuk bergabung bulan lalu.

Pembuat mobil Jerman BMW dan Daimler telah membentuk usaha patungan yang akan mengembangkan teknologi tanpa pengemudi. Honda (HMC) telah berinvestasi di unit mobil self-driving General Motors (GM).

Perubahan itu terjadi di tengah penurunan penjualan mobil global, yang dapat memburuk karena ekonomi di seluruh dunia melambat atau bahkan jatuh ke dalam resesi.

[Gambas:Video CNN] (CNN/age)