Dilansir dari CNN, Rabu (27/11), merek mobil premium asal Jerman ini mengumumkan segera memangkas 9.500 tenaga kerja pada 2025.
Jumlah ini sekitar 10 persen dari total tenaga kerja global. Namun, pada saat yang bersamaan Audi akan menciptakan 2.000 lapangan kerja baru yang fokus pada mobilitas listrik dan teknologi baru otomotif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Audi akan mengubah pabrik di Neckarsulm dan Ingokstadt tempat kantor pusatnya berada untuk menghasilkan mobil gabungan sebanyak 674 ribu mobil hibrid per tahun.
Saat ini banyak produsen mobil dunia yang tengah merombak model bisnis mereka. Perombakan ini dilakukan dengan harapan perusahaan bisa beradaptasi dengan konsep listrik yang menggantikan bensin dan diesel.
Grup ini berencana untuk meluncurkan 70 model listrik baru pada 2028. Audi akan memainkan peran utama dalam transformasi perusahaan. Merek ini telah meluncurkan SUV listrik pertamanya, e-Tron yang dibuat di pabrik Brussels.
Pabrik Brussel ini yang digunakan untuk menghasilkan mobil kecil yang ditenagai bahan bakar fosil. Mobil listrik, yang memiliki bagian lebih sedikit daripada mobil mesin pembakaran internal, membutuhkan lebih sedikit pekerja.
Namun, biaya yang dibutuhkan lebih banyak. Skala investasi yang besar ini membuat sebagian perusahaan harus menemukan mitra. Fiat Chrysler dan pemilik Peugeot PSA Group mengumumkan rencana untuk bergabung bulan lalu.
Perubahan itu terjadi di tengah penurunan penjualan mobil global, yang dapat memburuk karena ekonomi di seluruh dunia melambat atau bahkan jatuh ke dalam resesi.
[Gambas:Video CNN] (cnn/age)