Padahal target pertumbuhan ekonomi yang dipatok oleh pemerintah dalam APBN 2020 sebesar 5,3 persen.
Direktur Riset Indef Berly Martawardaya menyampaikan proyeksi tersebut didasari oleh faktor ekspor yang melambat dan faktor jalur transmisi untuk investasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Makanya, dari dalam negeri, konsumsi rumah tangga yang berkontribusi 55-57 persen terhadap pertumbuhan ekonomi terus dijaga. Untuk menjaga konsumsi rumah tangga, pemerintah menyalurkan bantuan sosial, sembari menjaga bansos tepat sasaran.
"Jangan sampai uang yang ada dari APBN tidak tepat sasaran. Memang perlu di-update lagi data by name by address ya, sehingga betul-betul yang membutuhkan yang menerima. Jangan sampai bocor ke kelas menengah atas," jelas Berly.
Menurutnya investasi di Indonesia akan meningkat dengan omnibus law pada Undang-Undang Cipta Lapangan kerja dan Undang-Undang Perpajakan.
Selain itu, insentif tax holiday yang telah disetujui pada 20 Oktober lalu juga sudah mengumpulkan Rp525 Triliun untuk 45 wajib pajak.
"Kita lihat sekarang alasannya pertama ketegangan AS dan Cina sudah mulai mereda mulai ada titik temu. Dengan itu pasti nanti global demand naik. Saya termasuk tidak yakin akan terjadi resesi ekonomi dunia," katanya.
[Gambas:Video CNN] (hns/bir)