Menurut mereka laju perekonomian Indonesia pada 2020 diperkirakan masih akan mendapat tantangan berat . Tantangan berasal dari sisi perdagangan, investasi dan konsumsi.
Indef memaparkan ada tiga tantangan domestik yang menghalangi laju perekonomian Tanah Air.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut riset tersebut ancaman resesi ekonomi ke dalam negeri mayoritas akan berasal dari efek keberlanjutan dari sektor perdagangan ketimbang sektor finansial yang ditandai dengan semakin banyaknya dampak dari perang dagang AS-China.
"Tidak hanya dua negara yang berseteru, perang dagang AS-China juga mendorong perang dagang di negara-negara lainnya hingga perubahan pola perdagangan menjadi protektif," tulis riset tersebut.
Menurut riset tersebut, ekonomi nasional terus bergantung pada kekuatan sektor konsumsi rumah tangga akibat sektor investasi dan perdagangan internasional belum berperan dominan. Iklim investasi yang belum kondusif menyebabkan peranan investasi langsung terhadap perekonomian Indonesia belum maksimal.
"Indonesia tidak menarik bagi investor asing karena kerumitan regulasi," tulis riset tersebut.
"Laju pertumbuhan beberapa sektor utama seperti industri dan perdagangan belum cukup menggembirakan, sementara realisasi investasi juga semakin kedap penyerapan tenaga kerja," tulis riset tersebut.
Kemudian salah satu sektor unggulan seperti Industri Tekstil dan Produk dari Tekstil (TPT) gagal bersaing akibat ketidakberpihakan kebijakan pemerintah dan adanya tekanan faktor eksternal.
[Gambas:Video CNN] (hns/age)