Pada 17 November lalu, Saudi Aramco mengatakan akan menjual 1,5 persen perusahaan dalam penawaran umum perdana senilai US$24 miliar hingga US$25,6 miliar.
"Investor ritel, yang ditutup kemarin malam, mencapai US$12,6 miliar dengan hampir lima juta pelanggan untuk hampir 1,5 miliar lembar saham," ujar pernyataan resmi yang dikutip dari AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Aramco mengungkap tawaran dari investor institusi selama 12 hari pertama penawaran mencapai US$31,5 miliar.
Valuasi saham Saudi Aramco, perusahaan minyak negara Arab Saudi, dibanderol US$1,71 triliun jelang penawaran saham perdana (IPO). Nilai tersebut meleset dari target awal yang dibidik Putra Mahkota Mohammed bin Salman sebesar US$2 triliun.
Awalnya, Saudi Aramco diperkirakan menjual 5 persen saham di dua bursa, terdiri dari 2 persen di bursa dalam negeri, dan 3 persen di bursa luar negeri. Namun, perusahaan menyebut saat ini tidak ada rencana untuk melakukan penjualan saham internasional.
Ini sekaligus mengartikan bahwa perusahaan menunda rencana penjualan di pasar global untuk sementara waktu. Aksi korporasi Saudi Aramco melantai di bursa saham Riyadh ini pun sempat tertunda beberapa tahun.
[Gambas:Video CNN] (afp/age)