Harga Beras Naik Dipicu Harga Gabah di Tingkat Petani

CNN Indonesia | Selasa, 03/12/2019 09:56 WIB
Harga Beras Naik Dipicu Harga Gabah di Tingkat Petani Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga beras kualitas medium naik tipis. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga beras kualitas medium naik tipis 0,93 persen dari Rp9.434 menjadi Rp9.522 per kilogram (kg) pada November 2019. Kenaikan dipicu oleh peningkatan harga gabah di tingkat petani dan penggilingan.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan kenaikan harga beras juga terjadi pada kualitas premium sekitar 0,86 persen menjadi Rp9.742 per kg. Begitu pula dengan beras kualitas rendah yang naik 0,03 persen menjadi Rp9.245 per kg.

"Kenaikan harga tidak terlalu tinggi, harga masih stabil, ini yang menyebabkan beras tidak memberi kontribusi ke inflasi," ujar Suhariyanto di Kantor BPS, Senin (2/12).


Sementara, harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani naik 1,71 persen menjadi Rp5.098 per kg pada bulan lalu. Begitu pula di penggilingan, harganya meningkat 1,64 persen menjadi Rp5.203 per kg.

Lalu, harga Gabah Kering Giling (GKG) di tingkat petani meningkat 2,02 persen menjadi Rp5.619 per kg dan di tingkat penggilingan naik 1,88 persen menjadi Rp5.728 per kg.

Kendati begitu, harga gabah kualitas rendah di tingkat petani turun 1,85 persen menjadi Rp4.656 per kg dan melorot 1,88 persen menjadi Rp4.738 per kg di tingkat penggilingan.

"Ini patternnya (pola) tidak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Bila dibandingkan dengan November 2018, rata-rata harga gabah di tingkat petani justru menurun," katanya.

[Gambas:Video CNN] (uli/age)