DJBC Investigasi Penyelundupan Harley Pakai Pesawat Garuda

CNN Indonesia | Selasa, 03/12/2019 13:13 WIB
DJBC Investigasi Penyelundupan Harley Pakai Pesawat Garuda Bea cukai tengah menyelidiki dugaan penyelundupan suku cadang Harley Davidson lewat pesawat milik Garuda Indonesia. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menyatakan sedang melakukan investigasi terkait dugaan penyelundupan barang impor komponen motor Harley Davidson bekas dan dua buah Sepeda Brompton. Barang-barang itu masuk ke Indonesia melalui pesawat Airbus A330-900 milik PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi menyatakan penyelidikan dugaan pengiriman barang secara ilegal itu akan selesai dalam waktu satu hingga dua hari ke depan. Namun, ia enggan menjelaskan lebih lanjut sampai mana investigasi itu dilakukan oleh pihaknya.

"Nanti akan ada konferensi pers ya, lagi lakukan investigasi mendalam. Penjelasan lebih lengkap oleh pimpinan," ucap Heru, Selasa (3/12).


Ia menyatakan investigasi dilakukan bersama beberapa pihak terkait. Hanya saja, lagi-lagi Heru tak menyebut pasti ketika ditanya pihak mana saja yang ia maksud.

"Dengan pihak-pihak terkait," ucapnya singkat.

Sementara, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan belum mengetahui pasti apakah dari pemerintah akan memanggil pihak Garuda Indonesia untuk menelisik lebih jauh dugaan penyelundupan ini. "Nanti kami lihat," katanya.

Ia mengakui berbagai kasus penyelundupan barang ke Indonesia memang kerap terjadi. Sebagai contoh, sejumlah pelaku usaha yang bergerak di bisnis jasa titipan atau jastip melakukan modus splitting untuk memasukkan barang ke Indonesia.

Splitting artinya pelaku usaha membagi barang belanjaannya di satu rombongan agar tak menembus batas nilai pembebasan pajak yang mencapai US$500 per penumpang.

[Gambas:Video CNN]
"Jadi makanya teman-teman di Bea dan Cukai sudah meningkatkan kerja sama dengan beberapa negara, terutama Singapura. Ini untuk menekan ruang penyelundupan juga," tutur Sri Mulyani.

Selain itu, DJBC diakui Sri Mulyani juga selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap barang penyelundupan ke Indonesia. Namun, ia tak menampik kalau pelaku penyelundupan juga lebih canggih dalam melakukan aksinya.

"Jadi semakin pihak Bea dan Cukai meningkatkan kewaspadaan, mereka (pelaku penyelundupan) juga semakin canggih. Jadi ya memang harus memperbaiki penanganan dan intelijennya," jelas Sri Mulyani.

Sebelumnya, Kasubdit Humas Bea Cukai Deni Surjantoro mengatakan pesawat yang membawa komponen motor Harley Davidson bekas dan dua buah Sepeda Brompton mendarat di Garuda Maintenance Facilities (GMF) pada 17 November lalu.

Usai mendarat, pihaknya melakukan pemeriksaan. Dari pemeriksaan tersebut, pihaknya menemukan 18 kotak bawaan penumpang.

Dari 18 kotak tersebut, 15 di antaranya berisi suku cadang motor Harley Davidson bekas dalam kondisi terurai. Sementara itu, tiga kotak lainnya berisi sepeda Brompton.

Ia mengatakan berdasarkan data manifest, jumlah penumpang pesawat saat mendarat sebanyak 32 orang. Penumpang tersebut terdiri dari 10 orang kru pesawat dan 22 penumpang.

Deni menyebut seluruh barang itu merupakan milik penumpang. Pihaknya sampai saat ini sedang memeriksa barang-barang tersebut.

(aud/agt)