Hary Tanoe Bakal Akuisisi Saham First Media di Link Net

CNN Indonesia | Selasa, 03/12/2019 14:33 WIB
Perusahaan milik Hary Tanoesoedibjo, MNC Vision akan mengambil alih saham First Media di Link Net. Perusahaan milik Hary Tanoesoedibjo, MNC Vision akan mengambil alih saham First Media di Link Net. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan milik pengusaha Hary Tanoesoedibjo, PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) akan mengambil alih saham PT First Media Tbk (KBLV) dan Asia Link Dewa Pte Ltd. di PT Link Net Tbk (LINK). Sebagai tahap awal, seluruh pihak sudah meneken kesepakatan (term sheet) terkait rencana akuisisi tersebut.

Mengutip keterbukaan informasi perusahaan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), kesepakatan yang telah diteken antara First Media dengan MNC Vision ini tidak mengikat. Pelaksanaan akuisisi masih bergantung pada hasil uji tuntas (due dilligence) yang saat ini masih dilakukan oleh MNC Vision dan First Media.

"Pelaksanaan akuisisi bergantung hasil due dilligence, pemenuhan kondisi prasyarat, kesepakatan pembiayaan oleh MNC Vision dengan pihak lainnya, ketentuan pasar modal, peraturan perundang-undangan, dan ketentuan yang akan disepakati oleh para pihak," papar Sekretaris Perusahaan First Media Harianda Noerlan, dikutip Selasa (3/12).


MNC Vision dan First Media menargetkan kesepakatan lebih lanjut terkait jual beli saham ini bisa rampung maksimal enam bulan dari sekarang. Itu artinya, proses akuisisi ditargetkan rampung paling lama Semester I 2020.

"Para pihak akan berupaya mencapai kesepakatan lebih lanjut maksimum enam bulan," terang dia.

Sejauh ini, sambung Harianda, belum ada dampak kepada bisnis First Media dari rencana akuisisi saham ini. Perusahaan masih dapat melakukan bisnis seperti biasanya.

"Perusahaan tetap dapat melakukan pengembangan bisnis dan sinergi sampai tercapainya kesepakatan lebih lanjut," jelas Harianda.

Informasi saja, mayoritas saham Link Net digenggam oleh Asia Link Dewa Pte Ltd, yakni sebesar 35,72 persen. Sementara, komposisi saham First Media sebesar 28,04 persen, UBS AG LDN 6,5 persen, dan sisanya dipegang publik sebesar 29,74 persen.

[Gambas:Video CNN] (aud/age)