Direktur ADB untuk Indonesia Winfried Wicklein mengungkapkan pinjaman tersebut mencerminkan komitmen kuat ADB untuk mendukung upaya reformasi manajemen keuangan Pemerintah Indonesia dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).
"Bantuan ADB akan mendukung Pemerintah Indonesia mempertahankan dan meningkatkan kemajuan dalam memperkuat akuntabilitas negara guna menyampaikan layanan publik yang berkualitas," ujar Wicklein dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (3/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam hal ini, proyek akan mendukung pusat pelatihan pada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk meningkatkan fasilitas kampusnya di Bali, Ciawi, Makassar, dan Medan agar dapat mengakomodasi pelatihan e-learning.
Sistem informasi manajemen keuangan BPKP juga akan diperbarui guna meningkatkan keakuratan laporan keuangan, sehingga memperkuat pelaporan dan pengawasan.
[Gambas:Video CNN]
"Bantuan ADB akan meningkatkan akuntabilitas kinerja dan kapasitas pengawasan melalui teknologi canggih, yang selanjutnya akan memperkuat transparansi, akurasi, akuntabilitas, dan penyampaian layanan publik," kata Senior Project Officer ADB Deeny Simanjuntak dalam keterangan resmi yang sama.
Sebagai informasi, ADB didirikan pada 1966 dan dimiliki oleh 68 anggota-49 di antaranya berada di kawasan Asia dan Pasifik. Pada 2018, ADB memberikan komitmen pinjaman dan hibah baru senilai $21,6 miliar.
(sfr)