PT LEN Bangun Panel Surya dengan Dana Rp1 T dari China

CNN Indonesia | Kamis, 05/12/2019 00:25 WIB
PT LEN Bangun Panel Surya dengan Dana Rp1 T dari China PT LEN Industri akan membangun pabrik panel surya dengan aliran dana Rp1 triliun dari investor China. (chrischesneau/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT LEN Industri (Persero) akan membangun pabrik panel surya (solar cell) di Subang, Jawa Barat dengan aliran dana senilai Rp1 triliun dari investor China. Rencananya, perjanjian investasi akan dirampungkan pada Januari 2020.

Direktur Utama LEN Industri Zakky Gamal Yasin mengatakan rencananya pabrik akan dibangun di lahan seluas 3 -5 hektare (ha) milik perusahaan. Namun, perusahaan masih merampungkan isi perjanjian kerja sama dengan investor asal Negeri Tirai Bambu itu.

Sayangnya, Zakky belum ingin mengungkap siapa calon investor itu. Namun, ia menyatakan dana dari investor China nantinya akan digunakan perusahaan untuk membangun konsorsium bersama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) alias PLN, PT Pertamina (Persero), dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.


"Investornya dari China, itu perusahaan kelas dunia," ujarnya di Kementerian BUMN, Selasa (3/12).

Menurut rencana, bila isi perjanjian sudah disepakati pada awal tahun depan, maka perusahaan akan memulai konstruksi pada tahun yang sama. Proyeksinya, pabrik bisa selesai dibangun dalam kurun waktu kurang lebih satu tahun atau pada 2021 dengan kapasitas mencapai 6,2 Gigawatt (GW).

Selain itu, menurut Zakky, perusahaan juga berencana membangun pengembangan solar cell di atap gudang Bulog. Menurutnya, gudang Bulog ideal karena cukup luas dan mungkin bisa dikerjasamakan karena perusahaan pelat merah juga.

"Rencana kami dengan PLN akan taruh solar energi dan jual ke Bulog, ke masyarakat sekitar. Nanti kami bicara dengan Bulog," tuturnya.

Kendati begitu, ia belum mengungkap berapa besar biaya investasi yang sekiranya diperlukan. Begitu pula dengan kapasitas energi yang bisa dihasilkan.

"Mudah-mudahan persiapan bisa dilakukan pada tahun depan, karena investornya juga tidak sabar, sehingga jangan sampai momentumnya hilang," katanya.

[Gambas:Video CNN]
Zakky berharap pabrik ini bisa menjadi titik awal pengembangan solar cell yang lebih masif kepada masyarakat. Bahkan, ia ingin nantinya masyarakat bisa memiliki solar cell sendiri di masing-masing hunian mereka.

"Kami bangun pabriknya, nanti kami bangun distributornya. Inginnya nanti di rumah-rumah ada, tinggal kerja sama dengan bank agar (masyarakat) bisa mencicil (pembelian perangkat solar cell)," katanya.

Bahkan, Zakky berharap energi dari solar cell nantinya bisa menjadi sumber energi kehidupan masyarakat ke depan. Termasuk, untuk memenuhi kebutuhan energi mobil listrik.

Solar cell merupakan perangkat yang bisa mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik. Ini merupakan salah satu energi baru terbarukan (EBT).

(uli/agt)