Direktur Utama LEN Industri Zakky Gamal Yasin mengatakan rencananya pabrik akan dibangun di lahan seluas 3 -5 hektare (ha) milik perusahaan. Namun, perusahaan masih merampungkan isi perjanjian kerja sama dengan investor asal Negeri Tirai Bambu itu.
Sayangnya, Zakky belum ingin mengungkap siapa calon investor itu. Namun, ia menyatakan dana dari investor China nantinya akan digunakan perusahaan untuk membangun konsorsium bersama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) alias PLN, PT Pertamina (Persero), dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rencana kami dengan PLN akan taruh solar energi dan jual ke Bulog, ke masyarakat sekitar. Nanti kami bicara dengan Bulog," tuturnya.
Kendati begitu, ia belum mengungkap berapa besar biaya investasi yang sekiranya diperlukan. Begitu pula dengan kapasitas energi yang bisa dihasilkan.
"Mudah-mudahan persiapan bisa dilakukan pada tahun depan, karena investornya juga tidak sabar, sehingga jangan sampai momentumnya hilang," katanya.
[Gambas:Video CNN]
Zakky berharap pabrik ini bisa menjadi titik awal pengembangan solar cell yang lebih masif kepada masyarakat. Bahkan, ia ingin nantinya masyarakat bisa memiliki solar cell sendiri di masing-masing hunian mereka.
"Kami bangun pabriknya, nanti kami bangun distributornya. Inginnya nanti di rumah-rumah ada, tinggal kerja sama dengan bank agar (masyarakat) bisa mencicil (pembelian perangkat solar cell)," katanya.
Bahkan, Zakky berharap energi dari solar cell nantinya bisa menjadi sumber energi kehidupan masyarakat ke depan. Termasuk, untuk memenuhi kebutuhan energi mobil listrik.
Solar cell merupakan perangkat yang bisa mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik. Ini merupakan salah satu energi baru terbarukan (EBT).
(uli/agt)